nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlahir Tanpa Jari Tangan, Bocah 10 Tahun Ini Jadi Juara Menulis di Amerika Serikat

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 17:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 24 612 2047496 terlahir-tanpa-jari-tangan-bocah-10-tahun-ini-jadi-juara-menulis-di-amerika-serikat-9tSQh7PuPF.jpg Sara Hinsley, juara menulis di Amerika Serikat (Foto: NDTV)

SETIAP orang memiliki kekurangannya masing-masing, misalnya ada beberapa di antara kita yang terlahir dengan kondisi fisik yang kurang lengkap.

Namun sejatinya, kekurangan fisik ini tidak menghalangi alias menjadi penghalang untuk melakukan sesuatu, berkarya dengan sebaik-baiknya. Bahkan dengan kerja keras dan determinasi, bisa saja orang yang terlahir dengan kekurangan secara fisik bahkan melakukan hal-hal lebih baik daripada orang normal.

Tengok saja contohnya bocah perempuak berusia 10 tahun satu ini, Sara Hinesley dari Maryland, Maerika Serikat. Sara diketahui terlahir dengan kondisi tanpa memiliki sepuluh jari tangan, namun “kekurangan” tersebut tidak menghalanginya untuk bisa beraktivitas normal bahkan mencetak prestasi membanggakan.

Baca Juga: Intip Gaya Hot Mom Jennifer Bachdim Pakai Bikini di Kolam Renang

Pasalnya, Sara ternyata baru saja memenangkan sebuah ajang lomba menulis tangan di Amerika, Nicholas Maxim Award 2019 Zaner-Bloser National Handwriting Contest, untuk kategori cursive handwriting, sebagaimana dikutip Mirror, Rabu (24/4/2019).

 

Penghargaan tersebut diberikan kepada orang-orang dengan keterbatasan intelektual atau fisik, yang mana dinilai langsung oleh tim terapis.

Menjuarai kompetisi menulis tingkat nasional ini, Sara pun berhak menerima tropi penghargaan, hadiah uang senilai USD500 atau sekira Rp7juta dan juga peralatan sekolah senilai USD500 untuk digunakan Sara menunjang aktivitasnya di sekolahnya.

Terkait kemampuan menulisnya walaupun tidak memiliki jari-jari tangan. Sara sendiri disebutkan lebih lanjut, belajar menulis dengan cara menggenggam pensil dengan kedua tangannya. Sehingga akhirnya Sara beradaptasi menulis kursiv, yang bentuknya disebutkan Sara yakni tulisan huruf berbentuk bulat dan mencoba menghubungan menyambungkan dari satu huruf ke huruf lainnya, sehingga dinilai Sara menulis huruf sambung ini tak ubahnya seperti seni.

Di sekolahnya, St.John Regional Catholic School, Sara pun diketahui terbiasa secara rutin mendapatkan nilai bagus dan dikenal mendedikasikan banyak waktunya untuk belajar menulis lebih baik lagi, walau terkadang ia tak memungkiri ia juga merasa kesulitan.

“Saya pikir memang agak sulit. Kadang-kadang mudah, kadang-kadang juga susah karena saya tidak terlalu mengingat semua huruf untuk ditulis,” ungkap Sara.

 

Sadar bahwa dirinya harus banyak belajar menulis dengan kondisinya yang spesial, Sara mencoba untuk tidak menyerah dan lebih rajin lagi dalam belajar menulis.

“Hal-hal yang saya tidak bisa lakukan, saya mencoba untuk menemukan solusinya. Saya bekerja keras agar bisa berhasil. Saya hanya mencoba sekeras dan semaksimal mungkin dan memfokuskan diri dan akhirnya inilah yang terjadi,” imbuhnya.

Bangga dengan keberhasilan sang putri, ibunda Sara, Carolyn Hinesley menyebutkan bahwa sang anak adalah contoh di mana ketekunan dan semangat positif bisa membawa keberhasilan.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah Ini Bantu Cegah Diabetes Tipe 2

“Hal ini menunjukkan bagaimana ketekunan dan perilaku positif dapat menghasilkan keberhasilan. Sara adalah contoh yang baik dari ini,” pungkas Carolyn.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini