nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PNS Dilarang Obesitas, Peneliti: Kegemukan Pengaruhi Struktur Otak!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 13:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 25 481 2047843 pns-dilarang-obesitas-peneliti-kegemukan-pengaruhi-struktur-otak-MjbkBXUqVG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OBESITAS masih menjadi masalah besar sampai sekarang. Kondisi ini dipercaya meningkatkan masalah kardiovaskular maupun fungsi otak. Itu kenapa Wali Kota Madiun Maidi melarang aparat negaranya (PNS Madiun) bertubuh terlalu gemuk.

Menurut Maidi, kondisi tubuh yang mengalami obesitas akan memengaruhi kinerja PNS saat bertugas. Pernyataan ini ditujukan secara khusus untuk para petugas Satpol PP Madiun. Menurut Maidi, jika petugasnya kegemukan, bagaimana bisa bekerja dengan maksimal.

Karena itu, dia merencanakan untuk memberlakukan program penurunan berat badan per enam bulan sekali. Cara ini diharapkam bisa memberi kepuasan pada masyarakat karena kinerja aparatur negaranya tidak terkendala karena urusan kegemukan.

Terlepas dari sikap Wali Kota Madiun Maidi ini, peneliti sudah memberitahu jauh hari kalau kegemukan membawa dampak buruk pada kesehatan. Salah satunya adalah masalah di otak.

Baca Juga: Kisah Lisa Stefanny, Mahasiswi yang Hobi Susun Skripsi Setebal 1.150 Halaman dalam Waktu 1,5 Bulan

Dilansir Okezone dari Science Daily, para peneliti yang menggunakan teknologi MRI canggih telah menemukan, kadar lemak tubuh yang lebih tinggi dikaitkan dengan perbedaan bentuk dan struktur otak, termasuk volume materi abu-abu yang lebih kecil, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Radiology.

Temuan ini menambah informasi penting untuk pemahaman kita tentang hubungan antara obesitas dan konsekuensi kesehatan negatif seperti demensia.

"MRI telah terbukti menjadi alat yang tak tergantikan untuk memahami hubungan antara perbedaan neuroanatomis otak dan perilaku," kata pemimpin penelitian, Ilona A. Dekkers, M.D., dari Leiden University Medical Center di Leiden, Belanda.

"Studi kami menunjukkan, pengumpulan data MRI yang sangat besar dapat meningkatkan wawasan tentang struktur otak mana yang terlibat dalam semua jenis hasil kesehatan, seperti obesitas," jelas dia.

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling menantang di dunia. Pandemi global telah menyebabkan insiden penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 yang lebih besar.

Baca Juga: Tampilan Menggoda Iman Irma Darmawangsa, Pacar Baru Duda Ely Sugigi

Studi sebelumnya juga telah mengaitkan obesitas dengan peningkatan risiko percepatan penurunan kognitif dan demensia. Dengan begitu, fakta ini menunjukkan obesitas menyebabkan perubahan pada otak.

"Kami menemukan, kadar lemak tinggi yang didistribusikan ke seluruh tubuh dikaitkan dengan volume yang lebih kecil dari struktur penting otak, termasuk struktur materi abu-abu yang terletak di pusat otak," kata Dr. Dekkers.

"Menariknya, kami mengamati, asosiasi ini berbeda pada pria dan perempuan, yang mana ini juga menunjukkan gender adalah pengubah penting dari hubungan antara persentase lemak dan ukuran struktur otak tertentu," tutur dia.

Analisis menunjukkan, laki-laki memiliki lebih tinggi total tubuh lemak berkorelasi dengan menurunkan volume abu-abu pada otak secara keseluruhan dan di spesifik struktur terlibat dalam penghargaan sirkuit dan itu mengarah pada gerakan sistem.

Sementara, di perempuan, total tubuh lemak hanya menunjukkan sebuah hal penting negatif asosiasi dengan globus pallidus, sebuah struktur yang terlibat di sukarela gerakan.

Memiliki tubuh terlalu gemuk, dikaitkan dengan meningkatnya perubahan pada sumsum otak. Jadi, lebih kecil volume abu-abu pada otak menunjukkan kerugian pada neuron dan perubahan pada sumsum otak ini bisa mempengaruhi transmisi dari sinyal dalam jaringan otak.

Masalah kegemukan juga ternyata berkaitan dengan adanya kerusakan pada bagian dalam otak yang mana ini membuat Anda sulit untuk menahan untuk terus makan. Hal ini berkaitan dengan sulitnya mereka yang mau kurus padahal sudah banyak berupaya untuk mengatasi masalah obesitas dalam dirinya. (mrt)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini