Rianti Cartwright Jalani Program Bayi Tabung, Bagaimana Prosesnya?

Dito Bagus Wibowo, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 25 481 2047942 rianti-cartwright-jalani-program-bayi-tabung-bagaimana-prosesnya-RCJqGOyJFD.jpg Rianti Cartwright siap jalani program bayi tabung (Foto: Instagram)

Mana yang paling cocok untuk Rianti?

 

Perawatan ini bisa digunakan untuk menangani beberapa kasus ketidaksuburan dengan penyebab yang belum jelas serta kasus jumlah sperma yang rendah. Meskipun tingkat keberhasilan kehamilan dengan teknik inseminasi buatan tidak setinggi dengan teknik lain, namun prosedur ini memiliki keuntungan berupa harga yang tidak terlalu mahal dan rendah akan efek sampingnya.

Inseminasi buatan juga merupakan prosedur secara singkat dan relatif tidak menyakitkan. Sebelum melakukan prosedur inseminasi buatan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan kesuburan dari masing-masing pasangan.

Bayi tabung umumnya suatu prosedur bayi yang dilakukan setelah mengkonsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan. IVF biasanya dilakukan oleh seorang wanita dengan tuba falopi yang tersumbat, usia reproduksi yang sudah lanjut, pria dengan jumlah sperma yang rendah atau ketidaksuburan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Kromosom embrio juga bisa dievaluasi melalui prosedur terpisah yang disebut pre-implantation genetic diagnosis (PGD) untuk menilai apakah sebuah embrio memiliki ketidaknormalan genetic seperti down’s syndrome.

 

Baca Juga: Mantap Berhijab, Intip 5 Gaya Dinda Hauw yang Bikin Hati Adem

Mana yang paling aman dan efektif untuk menghasilkan kehamilan?

Meskipun program bayi tabung biayanya lebih mahal daripada inseminasi buatan, teknologi yang digunakan kini makin canggih dan berkembang pesat sehingga memperbesar kemungkinan keberhasilannya.

Akan tetapi, proses bayi tabung memiliki risiko yang harus dipertimbangkan oleh pasangan suami istri. Salah satu risikonya yaitu saat prosedur pengambilan sel telur, mungkin akan terjadi suatu infeksi, pendarahan serta gangguan pada usus atau organ lain.

Ada pula risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk merangsang ovarium yaitu sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek yang akan dirasakan berbagai ragam, mulai dari kembung, kram, nyeri ringan, penambahan berat badan hingga rasa sakit yang tak tertahankan pada perut. Efek yang berat harus ditangani di rumh sakit walaupun biasanya gejala bisa hilang dalam beberapa waktu.

(dno)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini