nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Lolly Tak Pernah Klimaks karena Pasangan Lebih Puas dengan Masturbasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 21:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 25 485 2048062 curhat-lolly-tak-pernah-klimaks-karena-pasangan-lebih-puas-dengan-masturbasi-3MIPecYpye.jpg Pria Ini Pilih Masturbasi (Foto: Ilustrasi/Pinterest)

PENETRASI yang berkesan adalah saat Miss V dan Mr P bisa mencapai klimaks tanpa masalah. Momen ini bahkan bisa menjadi pengerat hubungan Anda dan pasangan. Namun, apa yang dialami Lolly (nama samaran) mungkin bagian dari mereka yang jarang merasa klimaks saat penetrasi. Sebab, saat momen itu akan muncul, pasangannya malah melakukan hal yang di luar pikiran.

Pada Okezone, Lolly menceritakan secara gamblang apa yang dialaminya selama ini hingga akhirnya dia mau menyudahi hubungan karena masalah lain yang lebih pelik.

Lolly mencurahkan semua kisahnya ini melalui sambungan telepon, dan apa yang dia ceritakan semoga menjadi pelajaran dan pengalaman untuk pembaca artikel ini.

Baca juga :

Dalam curhatannya, Lolly mengaku kalau dirinya tidak terlalu sering melakukan hubungan intim dengan kekasihnya tersebut. Ini karena pekerjaan pasangannya yang mengharuskan mereka jarang bertemu. Tapi, kalau ketemu, seks selalu ada di sana.

Terkait dengan kehidupan seks Lolly dengan mantan kekasihnya itu, dia menjelaskan kalau dia tak pernah mencapai klimaks! Tahu alasannya apa? Si mantannya akan menyudahi penetrasi pra-ejakulasi dengan masturbasi. Ya, tangan mantannya sendiri yang membuat dia ejakulasi.

"Penetrasi berjalan lama, bahkan aku sama mantan terbilang banyak melakukan eksperimen, mulai dari coba berbagai gaya hingga hardcore-seks pernah kami jajal. Tapi, kalau urusan 'crot', si mantan selalu maunya ngocok (Masturbasi-Red)," curhat Lolly kepada Okezone, Kamis (25/4/2018).

Hal ini tentunya membuat Lolly bingung; Apa yang salah dengan semua ini? Bahkan dia sampai menyalahkan diri sendiri karena perlakuan mantannya tersebut dalam urusan seks.

Lolly malah pernah merasa tidak sempurna sebagai perempuan karena dia merasa tidak bisa membantu mantannya untuk sampai ke ejakulasi. Tapi, pikiran itu mulai luntur seiring dengan tabiat mantannya yang memang seperti itu. Jadi, akhirnya Lolly menerima kondisi ini; Hampa saat seks!

Aku hanya bisa diam membisu

Saat momen ejakulasi mau timbul, Lolly menjelaskan kalau mantannya itu akan mencabut Mr P dari Miss V-nya. Kemudian dia asyik dengan Mr P-nya sendiri atau kita bisa bilang masturbasi.

"Kalau sudah begitu, aku cuma bisa diam, senyum, dan berusaha untuk jadi orang yang tetap ada di sampingnya. Tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa. Aku pun nggak dibolehkan menyentuh Mr P-nya kalau untuk urusan ejakulasi ini," jelas Lolly.

Kondisi ini terus terjadi dan Lolly mengaku menjadi seseorang yang menjalani hubungan tanpa ada rasa kasih sayang. Bahkan, dia mengaku kalau mantannya itu tidak pernah membangun suasana sebelum seks dilakukan. Ya, sebatas foreplay saja tidak ada!

"Komunikasi sebelum seks saja kita nggak melakukannya. Dia tipikel yang ketemu langsung seks. Aku sih akhirnya terbiasa tapi ternyata itu tidak membuat aku bahagia sama sekali. Aku seperti ada tapi tiada. Aku merasa tidak seperti kekasihnya kala itu yang dibahagiakan," cerita Lolly.

Aku tidak pernah mengeluhkan hal ini

Sangat disayangkan, Lolly tidak pernah menceritakan masalah ini ke pasangannya. Jadi, dia hanya memilih diam dan tak pernah membahas kasus ini. Ini juga berkaitan dengan Lolly ingin menjaga perasaan mantannya.

Tapi, Lolly sadar hal ini tidak benar dan dia tidak mau merasakan hal tersebut lagi. Namun, mungkin perasaan tidak enaknya lebih besar dibandingkan kepuasan dirinya sendiri, alhasil, sampai hubungan percintaan mereka kandas, tidak ada perbaikan sikap dari mantannya.

"Sampai akhirnya putus, di seks terakhir, aku benar-benar tidak mau membahas masalah ini dan, ya, akhirnya aku telan sendiri. Aku bertanya-tanya sih, ini kenapa bisa terjadi? Apa karena aku bukan karakter perempuan yang dia suka sampai akhirnya dia nggak bisa 'crot' atau ada masalah psikologis dari si mantan," keluh Lolly.

Sementara itu, Lolly menyarankan pada perempuan di luar sana untuk berani mengomunikasikan semua hal pada pasangan. Sebab, itu adalah landasan utama dalam sebuah hubungan. Lalu, ketika hati nurani kamu bilang itu bukan yang terbaik, maka jangan dipaksakan.

"Selain itu, harus memperhatikan kesehatan juga, ketika kamu lelah, maka bilang ke pasangan dan minta pengertiannya. Intinya, kamu dan pasangan harus sama-sama bahagia, jangan cuma salah satunya aja," tambahnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini