nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Suara Petasan, 10.000 Kelinci Mati Ketakutan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 07:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 25 612 2048054 gara-gara-suara-petasan-10-000-kelinci-mati-ketakutan-2TgqFBMMQg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Seorang pria asal China terpaksa membayar puluhan ribu dolar, sebagai ganti rugi dari perbuatannya yang tanpa disadari telah membunuh lebih dari 10.000 kelinci milik tetangganya.

Kejadian tak biasa ini sebetulnya berlangsung pada awal 2018 lalu, saat pria bernama Cai Nan memutuskan untuk merayakan syukuran rumah barunya di Xuzhou, Provinsi Jiangsu, China. Sesuai dengan tradisi masyarakat Tionghoa, perayaan itu pun diwarnai oleh letusan suara petasan yang meriah.

Cai dan para pekerja memasang belasan petasan di atap rumahnya. Suara petasan itu dilaporkan terdengar selama kurang lebih 3-4 menit. Cai tidak pernah membayangkan bahwa suara dentuman petasan yang memekikkan telinga itu ternyata menakuti ribuan kelinci hingga mati.

Tetangga Cai, seorang pria bermarga Zhang mengatakan kepada pengadila Xuzhou, bahwa suara petasan dari rumah Cai mengubah peternakannya menjadi seperti kamar mayat. Dia mengklaim lebih dari 10.000 kelinci muda dan 1.573 kelinci dewasa mati karena suara bisin tersebut. Sementara itu, 15.000 kelinci betina juga dilaporkan mengalami keguguran.

 Baca Juga: Kisah Yacouba, Dianggap Gila Karena Dedikasikan Separuh Hidupnya Hijaukan Gurun Gersang

Saat kejadian berlangsung, Zhang sempat meminta kompensasi kepada Cai. Namun, Cai menolak mentah-mentah tawaran tersebut, hingga akhirnya kasus ini dibawa ke pengadilan setempat. Tahun lalu, seorang hakim memutuskan bahwa Cai harus bertanggung jawab atas 'pembantaian' yang ia lakukan, serta membayar kompensasi atas kerugian yang diderita Zhang.

Dia diperintahkan untuk membayar ganti rugi senilai 440 ribu yuan atau setara dengan Rp926 juta dalam kurun waktu sepuluh hari, tetapi Cai mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Sayangnya, pada 22 April 2019, Pengadilan Xuzhou menolak banding tersebut dan memberi dukungan penuh atas keputusan hakim, sebagaimana dilansir dari Oddity Central, Kamis (25/4/2019).

Sebagaimana diketahui, kelinci dikenal sebagai salah satu jenis hewan yang cenderung memiliki masa hidup yang singkat. Menurut hasil penelusuran Okezone dari berbagai sumber, selain disebabkan oleh suara-suara bising, ada beberapa faktor yang membuat hewan menggemaskan ini meregang nyawa. Biasanya terjadi saat pergantian musim dari panas ke dingin atau sebaliknya, saat musim hujan, atau ketika mereka melahirkan.

 Baca Juga: PNS Dilarang Obesitas, Peneliti: Kegemukan Pengaruhi Struktur Otak!

Sebenarnya masih banyak faktor yang memicu kelinci mati mendadak. Salah satunya adalah terserang bakteri yang membuat daya tahan tubuh mereka menjadi lemah. Untuk menghindari hal ini, kandang kelinci harus rutin dibersihkan agar tidak terkena penyakit berbahaya.

Pemberian makanan yang tidak wajar kepada kelinci juga bisa jadi faktor penyebab kelinci mati. Jika Anda memberikan makanan yang mengandung bahan kimia, hal tersebut bisa memicu keracunan. Begitu pun dengan sayuran atau buah. Bila tidak dibersihkan terlebih dahulu, parasit atau kuman penyakit yang terdapat pada buah dan sayuran bisa masuk ke dalam tubuh kelinci.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini