nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atalia Kamil: Pendidikan Agama Harus Ditanamkan kepada Anak Sejak Dini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 26 196 2048239 atalia-kamil-pendidikan-agama-harus-ditanamkan-kepada-anak-sejak-dini-bPqm3eyg6g.jpeg Atalia Kamil (ketiga dari kiri, Foto: Dimas/Okezone)

Perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak-hak wanita ternyata belum berakhir. Meski di zaman modern seperti saat ini sudah banyak bermunculan sosok perempuan hebat, tangguh, dan mandiri, namun isu kesetaraan gender masih menjadi polemik yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.

Jika bercermin dari beberapa contoh kasus kekerasan dalam rumah tangga, atau isu-isu ketidakadilan yang dialami perempuan Indonesia, pendidikan bisa jadi solusi terbaik untuk menekannya. Hal inilah yang melatarbelakangi program Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita) yang diprakarsai oleh Atalia Praratya Kamil selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat.

Sekoper Cinta hadir sebagai wadah perempuan bertukar pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas hidup. Program ini juga sebagai upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan peran, akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat antara perempuan dan laki-laki di semua bidang.

Menurut Atalia, selama perempuan tidak menyalahi kodratnya, menjadi sangat penting bagi mereka untuk menambah wawasan dan menuntut ilmu setinggi-tingginya.

 Baca Juga: Gara-Gara Suara Petasan, 10.000 Kelinci Mati Ketakutan

“Perempuan-perempuan ini minimal harus memiliki wawasan yang luas sehingga anak-anak mereka diberikan dorongan untuk lebih maju. Anak-anak yang hebat adalah mereka yang lebih baik, pintar, dan secara ekonomi mumpuni dari orang tuanya,” tutur Atalia saat ditemui Okezone di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu 24 April 2019.

Selain pendidikan formal, pendidikan agama juga dinilai penting dan harus ditanamkam sejak dini kepada anak-anak. Hal ini bisa menjadi modal dasar ketika suatu masa orangtua tidak bisa lagi memantau anak-anaknya, maka nilai-nilai agama, etika, dan pendidikan lah yang bisa membimbing mereka.

“Sejak kecil mungkin bisa dibiasakan mengaji, memahami nilai-nilai terkait ketuhanan dan lain-lain. Waktu kecil mungkin orang tua bisa memantau 24 jam penuh, pada suatu masa mereka akan dilepas juga,” tegas Atalia.

“Ketika orang tua sudah memenuhi tanggung jawabnya dalam memberikan pembekalan agama, etika, dan etiket, maka anak-anak bisa berjalan sesuai dengan tracknya. Itulah fungsi dari perempuan, dan fungsi dari seorang ibu. Maka pendidikan bagi kaum perempuan itu hukumnya wajib, untuk mendidik anak-anak mereka,” timpalnya.

 Baca Juga: Bangun Hubungan Sehat dan Langgeng, Ini 7 Cara Jitu Mewujudkannya

Meskipun akses pendidikan di Indonesia belum merata, Atalia berharap agar seluruh perempuan terus berupaya untuk mengembangkan potensi diri. Sebab, ilmu maupun wawasan itu tidak melulu didapat pada pendidikan formal.

Ada banyak alternatif yang bisa dilakukan para perempuan, mulai dari membaca banyak buku, hingga berkorespondesi dengan orang lain dan lingkungan sekitar.

“Banyak orang berpikir, mereka yang terdidik itu selalu dari sekolah formal. Tapi yang namanya berwawasan itu bisa dari mana saja. Oleh karena itu, saya mengimbau agar perempuan Indonesia keluar dari zona nyaman mereka, banyak bergaul, bertemu banyak orang dan mendengarkan mereka, serta perbanyaklah membaca buku,” tukasnya.

(tam)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini