19 Bocah Garut Kecanduan Seks, Psikolog: Mereka Takut!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 26 196 2048424 19-bocah-garut-kecanduan-seks-psikolog-mereka-takut-GnlpyMoTwd.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENONTON film porno memang memiliki banyak efek negatif. Tidak heran, mereka yang terlalu sering menonton film porno akan memiliki prilaku seks yang aneh.

Seperti 19 bocah asal Garut, Jawa Barat, di mana 16 anak laki-laki dan 3 perempuan, yang menjadi korban kasus kecanduan seks menyimpang. Salah satu faktor penyebab anak-anak di bawah umur ini, tidak lain adalah kebiasaan mereka menonton film porno.

Kasus ini pun tengah diselidik lebih lanjut oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut.

Baca Juga: Janda-Janda Strong, Foto Nomor 4 Awas Lihatnya Gak Bakal Kuat!

Menanggapi hal ini, Psikolog Liza Djaprie pun mengaku prihatin dengan kasus yang tengah menggemparkan warga Garut tersebut. Kepada Okezone, Liza menjelaskan lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang membuat para anak remaja mulai berani melakukan tindakan asusila.

“Usia-usia remaja itu adalah masa di mana perkembangan seksual anak sedang aktif-aktifnya. Daya ingin tahu mereka pun meningkat. Hal ini bisa jadi pemicu yang membuat mereka nekat untuk melakukan tindakan asusila” terang Liza Djaprie saat dihubungi Okezone.

Ditambah lagi, pendidikan seks yang mumpuni dari orangtua maupun guru di sekolah memang tidak mereka dapatkan. Padahal, lingkungan sekitar mereka, seperti sekolah, menjadi salah satu faktor yang berpengaruh besar dalam setiap tindak tanduk anak di masa remajanya.

“Kasus ini juga bisa terjadi karena ada sebuah ketakutan. Misalnya, kalau mereka tidak melakukan hal tersebut, mereka takut tidak bisa masuk geng atau kelompok tertentu di sekolahnya,” tegas Liza.

Baca Juga: Gaya Aduhai Pramugari Marcelina Angela Berbikini di Pantai

Tanpa pendidikan seksual, lanjut Liza, orangtua maupun guru di sekolah akan kesulitan dalam mengontrol anak-anak mereka. Di samping itu, arus perkembangan teknologi saat ini sudah tidak dapat dibendung lagi.

Alhasil, penggunaan gadget di kalangan anak remaja menjadi hal yang lumrah. Padahal, benda berteknologi canggih inilah yang sejatinya bisa memengaruhi perilaku anak jika tidak digunakan tanpa pengawasan dan pendampingan orang tua.

“Yang kurang di sini adalah kultur dan sistem pendidikan kita. Karena menurut saya, secanggih apa pun proteksi yang diberikan orangtua pada anak-anak mereka, pasti akan kecolongan juga. Itulah sebabnya pendidikan seks sangat penting ditanamkan kepada anak sejak dini,” tukas Liza.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini