Kisah Mistis Wanita Bahulawean, Suaminya Selalu Mati Setelah Malam Pertama

Aris Wardani, Jurnalis · Sabtu 27 April 2019 04:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 26 612 2048558 kisah-mistis-wanita-bahulawean-suaminya-selalu-mati-setelah-malam-pertama-MoHNwNvTq0.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MANUSIA diciptakan untuk hidup berpasang-pasangan. Mereka akan selalu dipertemukan dengan jodohnya meskipun dalam situasi yang rumit sekaliput.

Jodoh pun bisa saja sahabat kecil atau tetangga kita sendiri, karena untuk urusan jodoh tidak ada yang tahu bagaimana jalan ceritanya hingga ditemukan jodohnya oleh Tuhan. Tetapi ada juga yang sulit bertahan dengan jodohnya.

Contohnya, ada wanita yang setiap kali menikah selalu ditinggal mati oleh suaminya setelah malam pertama. Dalam kultur Jawa, hal ini bisa dilihat dari adanya tahi lalat besar di bahu kirinya atau yang biasa disebut bahu laweyan.

Baca Juga: 4 Gaya OOTD Lee Min Ho Usai Wamil, Gantengnya Maksimal!

Masyarakat pada saat ini pun masih ada yang percaya, tetapi tidak sedikit yang memandang sebelah mata mitos wanita bahu laweyan ini.

Melansir berbagai sumber, bahu laweyan sendiri adalah seorang wanita yang memiliki tahi lalat pada bahu kirinya pasti akan mengalami kesialan. Perempuan tersebut diidentikan dengan pembawa sial atau malapetaka.

Selain tahi lalat tersebut, perempuan bahu laweyan juga digambarkan memiliki bahu yang melengkung seperti busur panah. Mereka juga terkenal pendiam, sukai menyendiri serta memiliki tatapan mata kosong.

Di luar itu, perempuan bahu laweyan juga kebal pada serangan beragam pengetahuan hitam, seperti santet dan teluh. Kehidupannya pun tak normal, kerena telah dipengaruhi beberapa karakter jin jahat. Apabila dia menikah, siapa saja sebagai suaminya akan tidak bertahan lama.

Baca Juga: Gaya Aduhai Pramugari Marcelina Angela Berbikini di Pantai

Banyak kisah tentang mitos bahu laweyan di tanah air ini, di mana saat menikah entah seperti apa akan ditinggal mati oleh suaminya secara tragis. Baru menikah sudah menjadi janda, legenda bahu laweyan ini sudah menjadi mitos turun temurun dari nenek moyang hingga sampai saat ini.

Meskipun saat ini mitos tersebut sudah berkurang. Tetapi bagi mereka yang percaya mitos bahu laweyan, langkah yang diambil adalah dengan cara menikah selama 7 kali. Dengan demikian, kutukan itu pun akan hilang dalam hidup wanita bahu laweyan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini