nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nostalgia Sembari Menikmati Suasana Dufan di Malam Hari

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 27 April 2019 07:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 27 406 2048676 nostalgia-sembari-menikmati-suasana-dufan-di-malam-hari-0hZkQqTiEq.jpg

SUDAH bosan menjajal objek wisata di siang hari? Kini sejumlah tempat wisata mulai menawarkan sensasi wisata malam yang tidak kalah menarik. Salah satunya Dunia Fantasi (Dufan) yang terletak di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Jumat 26 April 2019, Dufan memberikan kesempatan perdana kepada wisatawan untuk berpetualang dan menjajal berbagai wahana bermain di malam hari. Menurut penuturan Eddy Prastiyo, selaku Vice President Dunia Fantasi, program Dufan @ Night memang sengaja diselenggarakan untuk memberikan pengalaman baru bagi para wisatawan maupun penggemar setia Dufan.

“Untuk hari ini, kami sengaja buka pada malam hari mulai pukul 19.00 WIB - 23.00 WIB. Tujuannya adalah memberikan pengalaman unik dan baru bagi para pengunjung. Semua wahana kami buka sama seperti pada siang hari,” tutur Eddy Prastiyo saat ditemui Okezone dan rekan media di kawasan Dufan.

Tiket masuknya pun dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau yakni, Rp120 ribu per orang. Biaya tersebut disesuaikan dengan jam operasi yang hanya berlangsung selama kurang lebih 4 jam.

Selain itu, Eddy menambahkan, khusus untuk Dufan @ Night ini, jumlah kuota pengunjung dibatasi. Hanya 2.500 pengunjung yang dapat menikmati keseruan bermain halilintar, turangga, bianglala, tornado, hingga hysteria di malam hari.

Dampak dari kebijakan tersebut, sitem pemesanan tiket pun diubah mengusung konsep waiting list. Hasilnya benar-benar di luar ekspektasi. Antusias masyarakat Jakarta maupun wisatawan luar daerah ternyata sangat besar.

“Awalnya kami sediakan 2.500 kuota. Tapi yang daftar ternyata sampai 10.000 ribu orang. Sehingga mau tidak mau kita terapkan sistem waiting list,” ungkap Eddy.

Penasaran seperti apa suasana Dufan di malam hari? Okezone berkesempatan menjajal beberapa wahana, dan melihat langsung seperti apa keseruan para pengunjung saat berpetualang di tempat ini. Yuk simak ulasannya di bawah ini.

Bianglala


Setidaknya ada 30 wahana yang bisa dijajal di Dufan @ Night. Namun dari sekian banyak wahana tersebut, bianglala yang menjadi favorit para para pengunjung.

Antrean panjang terlihat menghiasi halaman depan wahana yang mayoritas merupakan pasangan muda mudi, keluarga dan anak-anak. Kelebihan bianglala dibanding wahana lain, di sini pengunjung dapat bersantai sambil menikmati keindahan kota Jakarta di malam hari. Durasinya pun terbilang lama sekitar 7-10 menit dengan hitungan 7 kali putaran.

Baca juga : 5 Artis Janda yang Pesonanya Gak Kalah Sama ABG

Hysteria


Bagi para adrenaline junkie, wahana yang satu ini tentu tidak boleh terlewatkan. Hysteria termasuk wahana ekstrem dengan dua menara dan tempat duduk melingkar yang dilengkapi sabuk pengaman. Daya tarik wahana ini terletak pada sensasi ala ‘shock therapy’, di mana kursi akan di lempar ke atas dan ke bawah dalam waktu persekian detik.

Melihat ritmenya yang sangat cepat dan berulang-ulang, tak heran bila wahana ini hanya disukai para anak-anak muda dan beberapa orang dewasa yang ingin memacu adrenalin.

Turangga-rangga


Wahana ini sebetulnya lebih populer dengan sebutan komidi putar. Di Dufan sendiri, Turangga menjadi wahana favorit bagi keluarga dan anak-anak, karena dirancang untuk bersantai. Desainnya pun terlihat sangat eye catching dengan dominasi warna cerah, dan juga dihiasi lampu warna-warni. Suasana pun menjadi lebih santai menyenangkan.

Live music


Sebagai penutup, pihak pengelola sudah menyediakan kejutan spesial bagi para pengunjung berupa live music. Setelah lelah menjajal berbagai wahana bermain, paling tepat memang bersantai sambil mendengarkan lantunan musik yang asyik. Penampilan band malam itu pun sukses menghibur pengunjung sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Eddy mengatakan, “Melihat animo masyarakat yang begitu besar, rasa kedepannya kami akan kembali membuat program yang sama setelah kami evaluasi kekurangan dan kelebihannya.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini