nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemungkinan Eksploitasi Anak dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Seksual di Garut

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 28 April 2019 14:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 28 196 2048914 kemungkinan-eksploitasi-anak-dalam-kasus-dugaan-penyimpangan-seksual-di-garut-0DayYFReHu.jpg Ilustrasi (Foto: Themoms)

Baru-baru ini, ada dugaan 19 anak di bawah umur di Garut yang telah melakukan aktivitas seks menyimpang sebagai akibat dari ketagihan menyaksikan konten video porno.

Ai Maryati Solihah, M. Si sebagai anggota komisioner bidang Trafficking dan Eksploitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai mencoba menjelaskan proses hukum dari kasus ini harus ditelisik lebih dalam lagi. Artinya pihak kepolisian harus bisa memverikasi dengan jelas dari mana belasan bocah tersebut bisa mendapatkan tayangan video dewasa tersebut.

Sebab, jika memang sesuai dengan proses yang berjalan ditemukan ada campur tangan orang dewasa di kasus ini, sebut saja contohnya ternyata video porno tersebut dibagikan (share) dari orang dewasa kepada anak-anak tersebut, maka peristiwa ini sudah bisa dibilang merambah ke eksploitasi anak.

 Baca Juga: Secantik Model, Ini 5 Gaya Seksi Atlet Jiu Jutsu Gulzhan Nakipova

“Anak jadi alat ekspolitasi, kan ada orang dewasa yang senang lihat anak melakukan hal coba-coba. Lalu jadi bahan bully-an, jadi bahan kepuasan orang dewasa tersebut. Hubungan antara orang dewasa ke yang lebih kecil, kok dari yang lebih tua ada penindasan verbal, ada powerful yang berjalan di sini, ada juga powerloss di sini. Orang dewasa bisa terpingkal-pingkal lihat anak berhubungan seks seperti itu, ini sudah eksploitasi anak tingkat tinggi bagi kami dan juga bagi anak-anak dengan segala konsekuensi penderitaan yang dialami,” papar Ai saat dihubungi Okezone, belum lama ini.

Maka dari itu, Ai melanjutkan pihak KPAI sendiri tengah mendorong pihak kepolisian untuk tidak sampai luput menggali kasus ini secara dalam dan tuntas karena sejauh ini, soal asal-muasal konten video porno tersebut dinilai masih belum jelas.

“Saya minta khusus, saya tidak mau ada orang dewasa yang diuntungkan dari peristiwa ini. Nah kita mendeteksi ini hanya untuk kesenangan, bayangkan kalau untuk pengkaderan, supaya anak ini jadi bagian aktivitas menyimpang orang dewasa, dan ke depannya orang dewasa yang akan dapat manfaatnya, ini yang kita tidak inginkan terjadi. Maka dari itu, tindakan preventif dalam tindak penegakan hukum juga penting,” tegas Ai.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini