nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Uniknya Tradisi Panen Padi Dayak Kanayatn Naik Dango di Kalbar

Dina Prihatini, Jurnalis · Minggu 28 April 2019 11:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 28 406 2048973 melihat-uniknya-tradisi-panen-padi-dayak-kanayatn-naik-dango-di-kalbar-RijgfR9lJv.jpg Tradisi Naik Dango di Kalimantan Barat (Foto: Dina Prihatini/Okezone)

Kegiatan rutin yang dilakukan masyarakat adat dayak Kanayatn di Kalimantan Barat atas rasa syukur mereka dalam panen padi dikemas dalam sebuah acara Naik Dango. Tradisi turun temurun yang juga menjadi agenda Pemprov Kalbar untuk menarik perhatian wisatawan dalam dan luar negeri kali ini dilakukan ke-34 kalinya.

Agenda yang digelar selama tiga hari hingga 28 April ini pun dihadiri ribuan masyarakat Kalbar di Rumah Radakng Aya Ngabang Kabupaten Landak Provinsi Kalbar. Presiden Adat Dayak Indonesia, Cornelis menjelaskan jika upacara adat Naik Dango menjadi hal penting terutama jika terjadi krisis pangan maka masyarakat siap dengan dango yang artinya 'lumbung' siap dihadapi.

"Kita berkumpul selain menikmati budaya adat naik dango juga untuk musyawarah mufakat bagaimana kendala yang dihadapi dalam menghadapi panen tahun ini," ungkapnya saat membuka upacara adat "Naik Dango" ke XXXIV di Landak, Sabtu, 27 April 2019.

 Baca Juga: Kisah Pemuda Umur 18 Tahun Nikahi Janda Anak 5

Potensi pertanian menjadi program penting pemerintah Indonesia terutama menghadapi era krisis terutama pangan sehingga Kalbar khususnya di Landak sudah memiliki lumbung yang besar karena dikelola dengan baik.

"Bagaimana kita konsisten terhadap produksi pangan berapa besar beras impor kita sehingga jika kita telah memenuhi kebutuhan di Landak, Mempawah dan beberapa kawasan lainnya di Kalbar akan membantu pusat untuk tidak impor beras," papar mantan Gubernur Kalbar dua periode ini.

Calon Anggota DPR RI terpilih ini nanti juga menghaturkan terima kasih kepada seluruh masyarakat adat khususnya agar terus melestarikan budaya dayak ditiap tahunnya.

 Baca Juga: Jessica Tanoesoedibjo Tak Menyangka Dapat Penghargaan IBW 2019

"Harapan kita ke depan Kalbar akan terus makmur dan sejahtera," tegasnya.

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengakui sangat mengapresiasi masyarakat Landak karena sangat paham akan rezeki yang melimpah pada tahun ini sehingga dilakukan upacara naik dango ke XXXIV ini.

"Semoga tahun depan padinya hasil panennya akan bertambah banyak,"

Melalui Naik Dango, dijelaskan mantan Bupati Kabupaten Mempawah ini akan terus dilakukan dan membawa keberkahan bagi masyarakat Landak. "Tidak saja bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga menambah khasanah budaya Kalbar yang harus terus dijaga dan dilestarikan," urainya.

Naik Dango Dayak Kanayatn dijelaskan Bupati Landak, Karol Margreth Natasa terus dilakukan untuk menjaga agar tradisi terus dilestarikan masyarakat.

"Ungkapan rasa syukur kepada Jubata sehingga petani mendapatkan hasil panen yang berlimpah dan dapat menghidupi kehidupan bersama keluarga," papar Karol.

Bahwa upacara Naik Dango, diakui wanita cantik mantan anggota DPR RI ini memiliki nilai sakral di mana padi diturunkan oleh Jubata dari Khayangan kepada masyarakat dayak.

"Sehingga ritual dilakukan dengan acara adat yang dirangkaikan jenis kegiatan lain seperti seni adat dayak tari dayak kreasi, melukis, mahat, ngaraut, basolek, bujang tarigas mandaraedo dan permainan rakyat seperti basolok badua, enggrang, mampes, nyumpit dan lainnya yang ada di Landak," tuturnya.

Menurutnya budaya adat Naik Dango ini juga menjadi agenda pariwisata yang dapat terus ditingkatkan dengan anggaran sumbangan senilai Rp1 miliar dan telah diakui sebagai budaya warisan tak benda.

"Membanggakan karena menjadi warisan bagi anak cucu kita kedepan sehingga tidak bisa diklaim oleh negara lain," tuturnya.

Wakapolda Kapolda Brigjen Sri Handayani menambahkan jika kemeriahan sangat dirasakan selain menjadi momen pertukaran budaya masyarakat dayak di kawasan masing-masing.

"Selain membudayakan tradisi tentu patut diapresiasi bahwasannya masyarakat dayak tetap menjaga situasi damai setiap tahunnya," katanya lagi.

Ditutup dengan salam khas masyarakat dayak, Presiden Dewan Adat Dayak Cornelis mengucapkan Adil Ka'talino Bacuramin Ka'saruga Basengad Ka'Jubata, upacara Naik Dango dibuka untuk umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini