nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meriahnya Gerebeg Getuk di Alun-Alun Magelang

krjogja.com, Jurnalis · Senin 29 April 2019 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 29 298 2049390 meriahnya-gerebeg-getuk-di-alun-alun-magelang-pluWHyfcW7.jpg Gerebek Getuk di Magelang (Foto: krjogja)

Gerebeg Getuk meriahkan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Magelang ke-1113 di alun-alun Kota Magelang, Minggu (28/4/2019). Tidak hanya gunungan getuk yang yang menjadi sasaran rebutan warga yang memenuhi alun-alun Kota Magelang, tetapi juga gunungan palawija dari 17 kelurahan yang ada di wilayah Kota Magelang.

Ada diantara warga yang sudah menyediakan tas plastik dari rumah untuk mengikuti gerebeg ini. Ini seperti yang dilakukan seorang warga dari wilayah Kecamatan Magelang Utara. Bukannya gunungan getuk yang menjadi sasaran rebutannya, tetapi justru gunungan palawija.

Karena itu ketika pagar besi yang mengelilingi lokasi kegiatan dibuka, ia langsung menuju ke salah satu gunungan palawija. Dalam waktu singkat beberapa jenis sayuran, pisang, cabai maupun lainnya sudah berhasil diambil dari salah satu gunungan. "Saya memang tidak bermaksud berebut di gunungan getuk, karena disana sudah banyak orang dan khawatir kedesak-desak," katanya sambil menunjukkan isi tas yang dibawanya.

Rangkaian acara diawali dengan beberapa kegiatan, diantaranya fragmen penyerahan "Serat Kekancingan Tanah Perdikan" dari Raja Dyah Balitung kepada Walikota Magelang di halaman Kantor PDAM Kota Magelang. Ini sebagai simbol penyerahan estafet kepemimpinan. Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT bersama istri dan seluruh anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Magelang menuju ke alun-alun Kota Magelang dengan naik kereta kencana. Bergada Gunungan Palawija 17 kelurahan mengikuti perjalanan di belakangnya. Sebelum gerebeg getuk dilakukan, di alun-alun Kota Magelang juga ditampilkan sebuah sendratari.

Gerebek Getuk

Selain sepasang gunungan dari getuk, yang merupakan Gunungan Lanang dan Gunungan Wadon, di tengah alun-alun juga terdapat 17 gunungan dari 17 kelurahan. Ketika Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT dari atas panggung utama memberi aba-aba agar getuknya digerebeg, warga pun langsung berebut.

Didampingi Sekretaris Daerah Kota Magelang Drs Joko Budiono MM, Walikota Magelang kepada wartawan diantaranya mengatakan semua sektor di wilayah Kota Magelang gumregah

dan berubah, sadar bahwa Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern, cerdas dilandasi masyarakat sejahtera dan religius ini harus terus menata diri dan berbenah diri agar Kota Magelang benar-benar diperhitungkan di distinasi wisata, mengingat Kota Magelang tidak memiliki sumber daya alam.

Mendatang akan dirumuskan, seiring dengan keberadaan bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo Yogyakarta, juga akan adanya jalan tol dari Semarang-Yogyakarta, serta rencana adanya jalur kereta api. "Ini harus kita tangkap, kita rumuskan mulai sekarang, kira-kira distinasi apa yang dapat dipersembahkan," katanya. Yang sudah ada akan dikemas menjadi lebih baik lagi, dan semua itu membutuhkan pendanaan dan waktu untuk menata, tidak bisa langsung instan. "Kita harus memiliki progres, memiliki mimpi-mimpi untuk menata itu," tambahnya

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini