nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Ini Setahun Tidak Makan, Lihat yang Terjadi pada Tubuhnya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 29 April 2019 14:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 29 612 2049348 pria-ini-setahun-tidak-makan-lihat-yang-terjadi-pada-tubuhnya-QdLyJbCTOD.jpg Pria tidak setahun makan (Foto: Diabetes)

Manusia membutuhkan asupan makanan dan minuman agar bisa tetap hidup, menggerakkan anggota tubuh sebagaimana mestinya, dan pastinya untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Lalu bagaimana jika tubuh tidak diberi asupan makanan dalam jangka waktu yang lama? Tepatnya lebih dari satu tahun lamanya? Terdengar seperti hal yang tidak mungkin untuk dilakukan bukan? Namun jangan kaget, nyatanya ada loh seseorang yang dikatakan tidak makan apapun selama satu tahun lebih tapi masih tetap hidup.

Kisah ini ditemukan dalam sebuah jurnal medis lama yang menghadirkan bukti ilmiah bahwa pernah ada seorang pria yang tidak makan apa pun selama 382 hari dan masih tetap hidup. Studi kasus ini disebutkan lebih lanjut, dipublikasikan pada dokumen jurnal Postgraduate Medical Journal tahun 1973, yang mengisahkan cerita dari pria berusia 27 tahun kala itu, Angus Barberi.

Di mana pria Skotlandia tersebut diketahui bertubuh gemuk, karena kegemukan ia mengalami putus asa dalam upayanya untuk menurunkan berat badan. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengonsumsi makanan apapun selama satu tahun lebih, sampai berat badannya turun dari 206 kilogram ke 81 kilogram. Menariknya, menurut dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Dundee, berat badan pria itu tetap stabil di titik 196 pound atau 88 kilogram, lima tahun setelah menjalani puasa yang luar biasa panjang ini.

Pria Tidak Makan

Tidak makan apapun dalam jangka waktu yang lama, lalu bagaimana caranya pria ini bisa tetap hidup? Well, ternyata walau tidak makan makanan padat apa pun, ia bisa bertahan hidup dengan energi dari simpanan lemaknya yang berlimpah serta suplemen kalium, natrium, dan ragi, yang dianggap penting untuk fungsi biologis di dalam tubuh. Karena hal ini, pergerakan ususnya jarang terjadi, dengan dokter mencatat bahwa evakuasi hanya terjadi setiap 37 hingga 48 hari.

Hal senada juga dijelaskan oleh Dr. Karl Kruszelnick dari Australia pada 2012 silam, melalui situs sains Australian Broadcasting Corporation. Pada dasarnya, dia mengklaim Angus mampu bertahan hidup dengan lemak yang tersimpan, yang bertindak sebagai bahan bakar untuk tubuhnya.

"Setelah dua atau tiga hari puasa, sebagian besar energi berasal dari lemak yang pecah. Molekul lemak terurai menjadi dua bahan kimia terpisa, gliserol (yang dapat diubah menjadi glukosa) dan asam lemak bebas (yang dapat diubah menjadi bahan kimia lain yang disebut keton).Tubuh, termasuk bagian otak dapat menggunakan glukosa dan keton ini sampai Anda akhirnya kehabisan lemak,” jelas Dr.Karl

Untuk menjaga kesehatannya selama puasa, Angus diketahui sering mengunjungi rumah sakit untuk melakukan tes darah dan urin. Dokter menggunakan hasil tes ini untuk memperkenalkan suplemen dan memperbaiki kekurangan yang ada.

Meskipun ini terdengar mengejutkan tapi nyatanya Angus dinyatakan tetap sehat-sehat saja. Walau pernyataan dalam laporan kasus menyebutkan, meski Angus mengalami hipoglikemia yakni gula darah rendah namun pada dasarnya Angus tetap bebas gejala, merasa sehat dan berjalan dengan normal. Aneh tapi nyata bukan? Demikian seperti disitat Odditycentral, Senin (29/4/2019).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini