nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merbabu Mulai Terapkan Sistem Online Pendaftaran Pendakian

Agregasi Solopos, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 16:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 30 406 2049858 merbabu-mulai-terapkan-sistem-online-pendaftaran-pendakian-Rpw1wYWJc4.jpg Gunung Merbabu (Foto: Solopos)

Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu mulai menerapkan pendaftaran pendakian secara online. Sementara itu, nantinya jumlah pendaki akan dibatasi 1.000 orang per hari.

Plh Kepala Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merbabu Johan Setiawan mengatakan, saat ini pendaftaran pendakian sudah bisa dilakukan di http://www.tngunungmerbabu.org maupun secara manual di pintu jalur pendakian.

Untuk diketahui, jalur yang pendakian Merbabu adalah jalur Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali, jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan. Magelang, jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan, Semarang, jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Semarang, dan jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Magelang.

“Saat ini mulai kami uji cobakan pendaftaran online, tetapi pendaftaran analog juga masih bisa,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, seusai mengikuti sebuah seminar di Semarang, Senin (29/4/2019).

Gunung

Menurutnya, ke depan pendaftaran pendakian secara online ini akan diterapkan secara penuh dan saat ini pihaknya masih memantapkan infrastruktur dan SDM. “Sekarang kan masih transisi dari analog ke online sehingga perlahan-lahan kami mantapkan dulu infrastruktur dan kapasitas SDM kawan-kawan,” imbuh dia.

Dengan pendaftaran secara online ini, diharapkan manajemen pendakian akan lebih mudah karena data pendaki yang terekam juga lebih detail. Sedangkan bagi pendaki sendiri, pendaftaran secara online ini akan memudahkan mereka dalam melakukan perencanaan pendakian.

Ke depan, lanjutnya, pendakian ke Merbabu juga akan dibatasi 1.000 orang per hari demi kenyamanan pendaki serta memperhatikan daya dukung jalur.

“Nantinya akan kami batasi 1.000 orang per hari, tapi kuota ini akan kami evaluasi terus. Pembatasan ini bertujuan agar pendaki tidak menumpuk, menambah kenyamanan dan keselamatan, menyesuaikan daya dukung jalur, serta memudahkan pemantauan,” ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini