Pertama Kalinya, Pengiriman Ginjal ke Rumah Sakit Berhasil Lewat Drone

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 30 481 2050052 pertama-kalinya-pengiriman-ginjal-ke-rumah-sakit-berhasil-lewat-drone-vmdgTtq15p.jpg Pengiriman organ tubuh ke Rumah Sakit via Drone Sukses (foto: Youtube)

PADA masa depan, drone punya peran penting, yakni mengirimkan benda-benda krusial untuk kebutuhan serbacepat, salah satunya organ tubuh manusia. Ini sudah terjadi di Maryland. University of Maryland Medical Center beberapa waktu lalu melakukan uji coba mengirimkan ginjal yang siap ditransplantasi ke pasien gagal ginjal di rumah sakit.

Tujuannya, membuktikan seberapa besar peran drone di bidang medis dan kesehatan pada masa depan. Penerbangan itu untuk menjawab keresahan dr Joseph Scalea, dokter bedah yang merasa pengiriman organ tubuh manusia sangat lambat sehingga ginjal, hati, dan organ lainnya bisa cepat menurun kualitasnya. Drone diharapkan bisa menjawab masalah tersebut dan berdampak besar pada industri transplantasi.

BACA JUGA : Ketika Presiden Jokowi Bertanya Ibu Kota Pindah ke Mana? Netizen: Wakanda!

“Mengirimkan organ dari donor ke pasien adalah tugas berat dan sangat kritikal. Karena itu, kita perlu mencari cara untuk melakukannya dengan lebih baik,” ungkapnya. Faktanya, ada 113.702 orang di Amerika yang menjadi waiting list untuk organ.

Sekitar 18 orang per hari meninggal karena menunggu transplantasi. Karena itu, donor organ sangat penting. Pada Desember silam, jantung donor tidak bisa digunakan lagi karena terlalu lama di bandara.

Pasien donor ginjal itu adalah wanita berusia 44 tahun dari Baltimore yang menghabiskan delapan tahun menunggu transplantasi ginjal. “Ini luar biasa. Dulu, hal ini rasanya seperti dalam film,” ujarnya.

Organ tersebut diterbangkan sejauh 5 km dalam waktu 10 menit dari Baltimore ke St Agnes Hospital, dilanjutkan ke rumah sakit Maryland. Biasanya perjalanan itu membutuhkan waktu 15-20 menit menggunakan mobil, tergantung kemacetan. Uji coba pengiriman lewat drone tersebut sudah mendapat lampu hijau dari FAA.

Belakangan, FAA memang melunak. Sebelumnya mereka sangat ketat terhadap peraturan yang membatasi pehobi. Harga drone yang kian terjangkau membuat setiap orang bisa menerbangkan drone dan dianggap mengganggu.

Secara total, ada 290.000 drone yang terdaftar untuk penggunaan komersial, seperti pemetaan kebakaran hutan, agrikultur, memantau cuaca, manajemen bencana, penegakan hukum, telekomunikasi, dan fotografi real estat.

 

Tim Maryland bersama engineer saat ini berusaha mendesain sistem drone mereka sendiri untuk lebih mudah mengirimkan organ tubuh. “Harus sesuai standar FAA. Tapi memiliki kapasitas untuk mengangkut organ, kamera, trek sistem organ, komunikasi dan sistem keselamatan di kawasan padat penduduk, juga mampu menempuh jarak lebih jauh dan lebih durable ,” ujar Matthew Scassero, Direktur UAS Test Site di Universitas Maryland. Drone dianggap bisa meng hindari delay penerbangan pesawat, kemacetan, bahkan cuaca buruk. Drone dipercaya mampu memangkas waktu tempuh 70% lebih cepat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini