nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Penyebab Utama Wanita Suka Kram Ketika Berhubungan Seks

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 01:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 30 485 2049997 9-penyebab-utama-wanita-suka-kram-ketika-berhubungan-seks-8dCvXV23iQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAHKAH Anda mengalami kram perut setelah berhubungan seks? Beberapa orang bahkan sudah mengalami kram saat berhubungan seks. Kondisi perut kram sebelum, saat, dan setelah berhubungan seks ini biasanya disebut dengan dyspareunia.

Lalu, apa ya yang menyebabkan perut kram setelah berhubungan seks? Apakah ini normal? Umumnya, untuk para wanita terdapat beberapa hal khusus yang menimbulkan kram setelah berhubungan seks.

1. Penetrasi terlalu dalam

Penetrasi yang terlalu dalam, terutama terhadap serviks Anda, bisa menyebabkan iritasi dan kram perut. Cedera atau infeksi pada serviks sangat rentan berakibat perut kram setelah berhubungan.

2. Kista ovarium

Pada tubuh wanita, terdapat dua organ kecil bernama ovarium. Nah, di sanalah terkadang kista tumbuh. Walaupun biasanya tidak berbahaya, kista bisa membuat Anda tidak nyaman bahkan sakit setelah berhubungan intim.

Baca Juga: Punya Kekayaan Rp495 Triliun, Inilah Calon Janda Terkaya di Dunia

3. Ovulasi

Setiap bulannya, salah satu ovarium alias indung telur akan memproduksi dua telur yang siap dibuahi. Lalu, dua minggu sebelum menstruasi terjadi, folikel tersebut pecah dan melepaskan sel telur untuk pembuahan.

Jika Anda melakukan hubungan intim ketika momen ini terjadi, kemungkinan besar akan memunculkan kram setelah berhubungan.

4. Vaginismus

Gangguan ini terjadi ketika otot di sekitar vagina mengencang tiba-tiba ketika penetrasi terjadi. Walaupun vaginsimus tidak mempengaruhi hasrat seksual Anda, hal ini bisa menyebabkan rasa sakit, seperti kram setelah berhubungan intim.

Apabila Anda mengalaminya, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk alternatif pengobatan yang dapat dilakukan.

Baca Juga: 5 Artis Nyaleg Diprediksi Melenggang Manja ke Senayan, Tetap Bergaya ala Selebriti Gak Ya?


5. Radang panggul

Penyebab terjadinya kram lainnya adalah radang panggul. Peradangan ini terjadi karena infeksi pada uterus, serviks, atau tuba fallopi. Selain setelah berhubungan badan, ternyata radang panggul juga bisa terjadi setelah pemasangan alat kontrasepsi.

6. Endometriosis

Kondisi ini biasanya dikarenakan jaringan endometrium (lapisan dinding rahim) tumbuh dan menumpuk di luar rahim. Hal tersebut bisa menyebabkan kram dan sakit perut setelah berhubungan seks.

Apabila Anda mengalami gejala seperti pendarahan berlebihan dan rasa nyeri yang luar biasa saat menstruasi, bisa jadi Anda mengalami endometriosis.

7. Rahim miring ke belakang

Pada sebagian besar wanita, posisi rahim normalnya miring ke depan. Akan tetapi, terdapat beberapa pula yang memiliki posisi rahim yang miring ke belakang.

Situasi tersebut membuat penis menekan rahim selama berhubungan seks, sehingga bisa menimbulkan sensasi kram.

8. Kehamilan

Sebenarnya, jika kehamilan Anda sehat dan baik-baik saja alias tidak berisiko, seks saat hamil itu sangat aman. Bahkan Anda tetap bisa melakukannya hingga air ketuban pecah nanti. Seks saat hamil tidak akan memengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan, kok.

Namun sayangnya, setelah berhubungan seks saat hamil Anda mungkin akan mengalami kram perut. Biasanya hal ini sering terjadi pada trimester ketiga.

Tapi, dokter akan menyarankan Anda untuk berhubungan seks saat hamil jika Anda mengalami pendarahan, kram perut, air ketuban pecah, punya serviks yang lemah, herpes atau tali plasenta yang rendah.

9. Alat kontrasepsi

Nah, perut kram setelah berhubungan ternyata juga bisa disebabkan oleh alat kontrasepsi yang Anda gunakan. Salah satu jenis kontrasepsi yang membuat gangguan ini terjadi adalah IUD. Selama beberapa minggu setelah pemasangan, Anda mungkin akan merasakan kram, walaupun tidak berhubungan seks.

Lalu biasanya, gejala kram perut akan kian parah sesaat setelah berhubungan intim. Walaupun begitu, penetrasi tidak akan mengubah posisi IUD, jadi tidak masalah jika Anda berhubungan seks dengan pasangan.

Namun, bila gejala ini terus berlanjut hingga beberapa minggu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini