nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Genjot Wisatawan, Festival Semarapura IV Hadirkan 2.019 Penari Wanita

Harisah Chamil, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 08:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 01 406 2050128 genjot-wisatawan-festival-semarapura-iv-hadirkan-2-019-penari-wanita-d8pIv1SzXS.jpg Festival Semarapura IV Bali Hadirkan 2.019 Penari Wanita (Foto: Ist)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung, Bali resmi menggelar Festival Semarapura ke 4 di Catus Pata, Klungkung Bali. Festival dibuka dengan penampilan tari kolosal dari 2.019 penari Telek dan pemukulan Gong oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan didampingi Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Raja Klungkung, Ida Dalem Semaraputra serta Sekretaris Daerah, Gede Putu Winastra pada Minggu, 28 April 2019.

Bupati Suwirta menyampaikan bahwa Festival ini adalah bentuk komitmen Pemerintah untuk melestarikan kesenian tradisonal. "Saya di sini mewakili masyarakat Klungkung mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah mencapai titik ini. Saya pun ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan program ini. Saya selaku kepala daerah mengajak seluruh komponen masyarakat Klungkung untuk melestarikan budaya bangsa", papar Bupati Suwirta.

Baca juga :

Bupati Suwirta menambahkan bahwa Tari Telek merupakan budaya khas dari Klungkung. “Tari Telek merupakan kesenian sakral khas Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung. Semua penarinya perempuan, dilakukan selama 28 menit, membentuk formasi tapak dara, dilakukan tepat pukul 18.00 WITA dan menghadap ke 4 arah mata angin. Warna hitam pada arah Utara, warna putih di arah Timur, warna merah di arah Selatan, dan warna kuning di arah Barat. Tarian ini kaya akan nilai sejarah sehingga sudah seharusnya kita menjaga dan mewariskannya kepada anak cucu kita”, tutur Bupati Suwirta.

“Penari Telek dibagi dalam 4 kelompok dengan warna busana berbeda. Untuk 140 orang penari pokok (10%) diambil dari krama Desa Jumpai. Sisanya (90%) diambil dari sekolah-sekolah SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Klungkung. Mereka latihan secara terpisah di Desa Jumpai dan sekolah masing-masing sejak sebulan lalu. Kemudian, latihan bersama baru dilakukan saat gladi bersih”, ujar I Dewa Gede Alit selaku Koordinator Lapangan Kolosal Tari.

Selain itu, dalam festival tersebut juga diramaikan oleh 19.000 pengunjung yang ingin menyaksikan rangkaian acara dari Kemeriahan Festival Semarapura. Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwirta juga memasangkan tanda di beberapa lokasi sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

I Dewa Gede Alit menambahkan bahwa konsep tarian ini adalah menembus batas. “Dalam pentas kolosal Tari ini, kita mengusung konsep Ta-pak Dara Arung Betel, yang bermakna menembus batas ruang 4 penjuru angin, saling bertemu dalam anung swari purwa daksina nyujur nirbana, maka nyasa jagra swastika ginambelan manusa Telek Jumpai asolah nyapuh Jagat Klungkung”, ungkap I Dewa Gede Alit.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam pidatonya mengatakan Klungkung mempunyai pontensi wisata yang sangat besar. “Klungkung dengan segala potensinya, baik alam maupun budaya, merupakan salah satu sumber pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi itu, bisa mendatangkan wisatawan dan meningkatkan UMKM. Wisatawan tidak akan datang dengan sendirinya, UMKM tidak akan meningkat dengan sendirinya, tapi salah satu kuncinya adalah promosi.

Festival Semarapura ke-4 tahun 2019 ini menghabiskan dana sekitar 1.5 miliar yang bersumber dari APBD Klungkung. Festival akan digelar selama 5 hari mulai dari 28 April hingga 2 Mei 2019. Untuk menghibur ribuan masyarakat yang hadir, selain menampilkan Kolosal Tari Telek Jumpai, juga ditampilkan permainan rakyat, penampilan artis pop Bali serta final pemilihan jegeg bagus. Pada pembukaan Festival Semarapura ke 4 ini dibuka pula pameran UMKM di sisi barat Catus Pata dan stand kuliner di sisi timurnya. Pameran UMKM berjumlah 52 stand yang terdiri dari UKM, Bank serta jobfair. Sedangkan stand kuliner berjumlah 51 stan, yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman mulai dari yang tradisional hingga makanan populer saat ini.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini