Javanese Skandinavian, Konsep Hunian yang Sedang Tren

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 02 196 2050429 javanese-skandinavian-konsep-hunian-yang-sedang-tren-P9IGE0jlvW.jpg

SETIAP orang pasti menginginkan hunian yang nyaman serta sedap dipandang mata. Selain membanggakan, hunian yang indah pun dapat membuat setiap orang yang berkunjung kagum dan betah berada di dalamnya.

Tentunya ada jenis desain hunian yang bisa dipilih oleh seseorang. Mulai dari vintage, minimalis, modern dan masih banyak lainnya. Namun, salah satu desain yang sedang tren dan digemari masyarakat Indonesia adalah skandinavian.

Konsep skandinavian ini terlihat sederhana. Konsep ini didominasi dengan warna putih yang lebih mengarah kepada desain simple menuju minimalis. Meski demikian, konsep skandinavian ini tetap terlihat elegan dan terkesan mewah.

“Jadi sebenarnya skandinavian itu putih, simple menuju minimalis cuma karena kita itu di negara tropis jadi masih ada kaya warna cokelat kayu tropis seperti jati dan segala macam. Skandinavian itu lebih ke arah utara dimana didomiasi warna putih, tapi kalau menuju tropis akan berwarna sedikit cokelat,” tutur CEO Dekoruma, Dimas Harry Priawan.

Menurutnya, konsep skandinavian memang tengah digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Umumnya konsep skandinavian didominasi oleh warna putih, namun karena Indonesia merupakan negara tropis, maka warnanya sedikit bergeser kecokelat-cokelatan.

Baca juga : Gantengnya Jokowi Masa Muda, Netizen: Pantes Bu Iriana Diajak Makan Bakso Langsung Mau!

Oleh sebab itu, para desainer dan perusahaan ritel furniture mencoba untuk melakukan berbagai inovasi dengan menghadirkan konsep baru skandinavian yang diberi nama Javanese Scandinavian, dimana bukan didominasi warna putih, melainkan warna-warna cokelat seperti kayu.

“Jadi akhirnya kami menemukan nama baru yakni Javanese Scandinavian, dimana dengan warna kayu yang didominasi kecokelat-cokelatan,” lanjut Dimas.

Dimas pun mengatakan masyarakat Indonesia paling sering menggunakan konsep skandinavian untuk interior di apartemen. Biasanya apartemen yang menggunakan konsep seperti ini berukuran 30-40 meter dengan mengutamakan konsep tipe dan budget.

“Jadi sekira 60-70 persen proyek yang paling sering masuk adalah elemen seperti ini. Kedua adalah tipe dan budget, biasanya orang yang senang memesan perabotan seperti ini adalah orang yang tinggal di apartemen. Rata-rata dari mereka tinggal di apartemen dengan luas sekira 30-40 meter yang terdiri dari dua kamar tidur, kitchen set dan ada sedikit tempat untuk ruang tamu,” sambungnya.

Lebih lanjut, kata dia, masyarakat Indonesia paling sering membeli sofa sebagai furniture utama penunjang konsep hunian yang mereka miliki. Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat Indonesia pun beralih menggunakan layanan online ketimbang harus datang ke toko secara langsung (offline).

“Dari sisi penjualan furniture, masyarakat Indonesia cenderung menyukai sofa. Mengapa? Karena jika dilihat dari sisi supply chain, sofa harganya mahal sekali. Beberapa toko offline akan membeli sofa dan menjualnya dengan keuntungan yang lebih. Sementara jika toko online, akan jauh lebih murah meski degan kualitas dan bahan yang sama,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini