nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Restorasi Hutan Mangrove untuk Kembangkan Potensi Wisata Alam

Dinno Baskoro, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 21:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 02 406 2050823 restorasi-hutan-mangrove-untuk-kembangkan-potensi-wisata-alam-ktazTcKaFi.jpg Hutan Mangrove (Foto: Newstraitstimes)

MANGROVE merupakan salah satu daya tarik di bidang pariwisata Indonesia. Bahkan tak sedikit hutan mangrove di Indonesia dijadikan objek wisata cantik, yang kerap dikunjungi wisatawan. 

Hutan mangrove juga tidak hanya menjadi tumbuhan yang dapat mengurangi abrasi karena arus dan ombak laut, tetapi juga menjadi rumah dari jutaan burung yang bermigrasi, malahan ada lebih dari 75% spesies ikan tropis yang hidup di perairan laut.

Dengan potensi ini, tak ayal wisata mangrove bisa jadi spot wisata alam edukatif sekaligus menarik untuk dikunjungi. Untuk merestorasi dan memelihara mangrove yang ada di Indonesia, maka Yayasan Konservasi Alam Nusantara mengembangkan program bernama Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA).

MERA merupakan wadah bagi para pemangku kepentingan seperti akademisi, masyarakat, LSM dan swasta yang berharap dapat membantu pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan mangrove secara terintegrasi. 

Baca Juga: Gantengnya Jokowi Masa Muda, Netizen: Pantes Bu Iriana Diajak Makan Bakso Langsung Mau!

Salah satunya menggandeng Ataya Travel Solution untuk melaksanakan program MERA. CEO & Founder Ataya Travel Solution Miko Pudji Utomo mengatakan, pihaknya sangat peduli lingkungan, terutama terhadap keberadaan hutan mangrove di Indonesia. Kali ini konservasi tersebut dilakukan di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. 

“Kami merasa upaya merestorasi dan melestarikan alam tidak seharusnya dibatasi dengan jenis usaha yang dilakukan oleh pelakunya," ungkap Miko Pudji Utomo, lewat keterangan persnya, Kamis (2/5/2019). 

Miko menyebutkan, misi konservasi alam tidak sebatas tugas untuk organisasi atau yayasan lingkungan. Dibutuhkan usaha dan komitmen untuk membangun kembali dan merawat alam. 

"Khususnya di Jakarta yang merupakan pusat ekonomi, menjaga hutan mangrove amat diperlukan. Pastinya agar terhindar dari potensi bencana alam, yang dapat menganggu aktivitas perekonomian," tambahnya. 

Ketua Dewan Pengurus YKAN Rizal Algamar berharap, agar para pelaku usaha lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar. Apalagi di sekitaran pesisir yang punya banyak risiko abrasi dan masalah lainnya. 

"Mereka juga dekaligus turut serta menjaga hutan mangrove di Indonesia," kata Rizal. 

Baca Juga: Operasi Plastik Perut Six Pack Mulai Digandrungi Pria di Bangkok

Sekedar tahu, pembentukan aliansi seperti MERA didukung oleh banyak pihak yang berharap terwujudnya pengelolaan mangrove yang berkelanjutan. Saat ini luas wilayah hutan mangrove yang dijangkau oleh program MERA adalah 730 Ha.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini