nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Off The Wall Jakarta, Upaya Percantik Ruang Publik yang Libatkan Seniman Prancis

Wisnu Kurniawan , Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 20:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 02 612 2050815 off-the-wall-jakarta-upaya-percantik-ruang-publik-yang-libatkan-seniman-prancis-AP1oKtjxed.jpg Off The Wall Jakarta. (Foto: Okezone)

KARYA seni graffiti identik dengan tembok di jalan raya, di rumah-rumah tua tak berpenghuni atau lahan kosong. Tapi, potret tersebut tidak hanya menawarkan gambar yang indah dipandang, tapi juga kadang pesan yang unik dan lucu.

Seniman dari Indonesia Stereoflow dan Darbotz dan seniman dari Perancis Katre dan L’Atlas akan melakukan aksi kolaborasi yang diusung Institut Perancis di Indonesia (IFI) bertajuk ‘Off The Wall Jakarta 2019.

Adi Darma atau biasa disebut Stereoflow, seniman dari Indonesia mengatakan dengan project ini, diharapkan dapat mendekatkan publik dengan seni yang lebih mudah. "Khususnya masyarakat Jakarta, juga dapat mempercantik ruang publik," tuturnya.

Baca Juga: Gantengnya Jokowi Masa Muda, Netizen: Pantes Bu Iriana Diajak Makan Bakso Langsung Mau!

Kolaborasi seniman graffiti Indonesia dan Perancis disebutkan telah dimulai sejak 2010 lalu, melalui ajang Wall Street Arts yang berlangsung di Galeri Salihara, Jakarta.

Seniman Indonesia dan Perancis tersebut nantinya akan melakukan mural di tembok Duta Merlin dengan ukuran kurang lebih 47x16 M hingga 4 Mei 2019. Banyak orang yang beranggapan graffiti dan street art hanya berpusat di jalanan.

Sementara, dalam beberapa tahun terakhir, bentuk ekspresi seni ini telah berkiprah menjadi ikon budaya pop dan urban. Seniman dari Indonesia dan Perancis dalam membuat graffiti tidak mengalami banyak kesusahan, walaupun berbeda negara.

"Buat kesulitan paling enggak ada, intinya yang penting udah tau jalan kerjanya dan budaya dari graffiti tersebut," tutur Stereoflow.

Baca Juga: Penurunan Indra Penciuman Jadi Tanda Seseorang Mendekati Kematian?

Antonin Givern alias Katre dari seniman asal Perancis juga sudah mencitai dunia menggambar sejak kecil. Dia menemukan kecintaan pada graffiti dan mengekspresikan karyanya baik di mural maupun di atas beragam bahan.

"Keberadaan ruang-ruang public banyak yang terabaikan, akhirnya muncul ide untuk membuat seni plastic dan mengubah wajah ruang public menjadi tempat artistic," kata dia.

Dalam kolaborasi tersebut perbedaan seni bukan lebih ke negara masing-masing, tetapi melainkan lebih ke teknik pembuatan graffiti. Dengan mencurahkan perasaan dalam menggambar graffiti, maka kemistri akan terjalin walaupun beda negara. Jadi, apakah kalian tertarik untuk melihat graffiti di Gedung Duta Merlin?

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini