Share

Janan Harb, Istri Simpanan Raja Arab yang Kisahnya Dijadikan Film

Rahma Yulita, Jurnalis · Sabtu 04 Mei 2019 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 03 196 2051285 janan-harb-istri-simpanan-raja-arab-yang-kisahnya-dijadikan-film-OaeVx07WFA.jpg Janan Harb (Foto: @JananHarb/Twitter)

Menjadi istri simpanan bukanlah perkara yang mudah, sebab banyak hal yang nyatanya tidak memberikan keuntungan bagi si istri itu sendiri. Seperti kisah yang terjadi satu ini, dan sempat menjadi perbincangan karena kisah tersebut diangkat ke layar lebar.

Ya, kamu mungkin sudah tidak asing dengan kisah yang satu ini. Sebuah film Inggris dibuat berdasarkan kisah dari Janan Harb, yang mengatakan bahwa dirinya adalah istri simpanan mendiang Raja Fahd bin Abdulaziz al-Saud. Film ini membuka wawasan eksklusif tentang kehidupan salah satu keluarga kerajaan paling rahasia di dunia.

Film ini disutradai oleh sutradara asal Inggris yang bernama Malcolm Walker. Dengan judul “The Weaknesses of King Fahd”, dilaporkan film ini akan melukis potrer yang tidak menguntungkan dari kehidupan mantan suami Harb, raja Arab Saudi yang masa kepemimpinannya mulai dari tahun 1982 hingga 2005.

infografis

The Middle East Eye melaporkan film itu berisi gambar-gambar perjudian penguasa di sebuah kasino London, menyuntikkan narkoba dan memaksa Harb melakukan tiga kali aborsi. Janan Harb, seorang sosialita Inggris kelahiran Palestina, mengatakan dia menikahi pangeran saat itu dalam sebuah upacara rahasia di sebuah istana yang dibangun Fahd untuknya, di Kota Jeddah.

“Saya menemukan Cadillac besar di depan vila kerabat saya. Seorang lelaki kulit hitam berbaju putih keluar dan bertanya, ‘Apakah Anda Janan Harb? Pangeran mengirimi Anda ini,’ dan memberi saya sebuah kotak perhiasan. Saya membukanya dan ada kalung berlian plus amplop berisi dengan $ 20.000 (Rp 290 juta),” kata Harb dalam sebuah wawancara dengan Evening Standard seperti yang dilansir RT, Sabtu (4/5/2019).

Namun sayang, kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. “Aku tidak bahagia. Saya dikunci di istana dan mulai bosan,” katanya. Selain itu Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud saat ini, saudara laki-laki suaminya, diduga menginginkannya untuk menyingkirkannya.

“Saya diusir pada tahun 1970. Mereka mengira saya adalah ancaman baginya karena mereka mempersiapkannya untuk menjadi raja. Tapi saya pikir Fahd membuat kesepakatan untuk membiarkan saya pergi.”

Janan Harb

Dia menggambarkan Fahd sebagai “pria terhormat” yang harus dia syukuri karena dia mengizinkan Harb melarikan diri dari Saudi daripada membunuhnya. Harb mengklaim Fahd bersumpah untuk mendukungnya secara finansial sampai akhir hidupnya. Pada saat itu mantan pasangannya sakit parah, dan dia membuat perjanjian lisan dengan putranya, Pangeran Abdulaziz bin Fahd yang diduga setuju untuk membayarnya £ 12 juta (Rp 223 miliar) dan membeli dua apartemennya di London.

“Ini sangat melegakan karena saya benar-benar berjuang. Saya berterima kasih kepada keadilan Inggris. Itu telah menyelamatkan hidup saya dan putri saya,” katanya kepada Evening Standard.

Meskipun Harb mengakui bahwa para bangsawan mungkin kurang senang dengan film ini, dia yakin akan keputusannya. “Film itu harus keluar. Tidak ada seorang pun di seluruh dunia yang tahu persis bagaimana mereka hidup di dalam istana mereka. Itu adalah bagian dari sejarah,” tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini