nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Besok Jamaah An Nadzir di Sulsel Mulai Puasa Ramadan

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 16:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 03 335 2051143 besok-jamaah-an-nadzir-di-sulsel-mulai-puasa-ramadan-k5Rdb5Y6dF.jpg Sekjen Jamaah An Nadzir, Samiruddin (foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Jamaah An-Nadzir di Desa Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memutuskan menjalankan ibadah puasa Ramadan, pada Sabtu (4/5/2019) besok.

Keputusan menyambut Ramadan lebih dulu diputuskan berdasarkan musyawarah Tim 9 An-Nadzir, yang digelar di Masjid Baitul Muqaddis, Gowa, Kamis (2/5) malam.

Sekretaris Jenderal An-Nadzir, Samiruddin Pademmui mengatakan, tim 9 merupakan tim pemantau tanda-tanda alam yang menjadi rujukan penentuan masuknya bulan baru.

"Kami dapatkan suatu konstitusi, kesepakatan berdasarkan beberapa parameter yang kita selama ini pahami, Insha Allah jamaah akan memulai puasa tanggal 4 Mei,” kata Samir kepada Okezone, Jumat (3/5/2019).

 sd

Mereka melanjutkan, kebiasannya yang setiap tahun selalu menyambut Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitir lebih dulu dibandingkan umat muslim lainnya. An-Nadzir memutuskan 1 Ramadan secara penuh bertepatan dengan 5 Mei

Menurut pandangan An-Nadzir, 1 Ramadan 1440 Hijriah sebenarnya secara penuh bertepatan dengan penanggalan masehi 5 Mei 2019.

Adapun puasa digelar lebih awal satu hari sebelumnya sebagai bentuk penyambutan terhadap bulan Ramadan. Sebab pergantian bulan dari Sya’ban ke Ramadan terjadi pada Sabtu (4/5) siang.

“Untuk 1 Ramadan secara full mulai ahad. Tapi berkenaan dengan bulan, hasil pengamatannya, perpisahan terjadi pada Sabtu sekitar pukul dua siang atau 14.00 Wita,” kata Samir.

Dalam menyambut Ramadan, jamaah An-Nadzir memantau bulan dari pondok pemukiman mereka di sekitar Danau Mawang. Sebagai penyempurna, turut diamati pasang puncak air laut yang menandakan bulan baru.

 s

Samir mengatakan, apa yang diajarkan oleh imam An-Nadzir berpedoman dari Rasulullah.

"Kalau berdasarkan beberapa hadits, pengamatan bulan bisa dilakukan sejak Rajab dan Sya’ban. Malam ini kita ambil keputusan berdasarkan yang kita pantau," dia melanjutkan.

Dalam penentuan 1 Ramadan, jamaah An-Nadzir berpedoman kepada pengamatan tanda alam berupa bulan dan air pasang. Ilmu tersebut diwariskan dari ajaran imam mereka.

Umumnya, sebelum Ramadan, diamati tiga periode pergerakan bulan. Dimulai dengan melihat kemunculan bulan sempurna pada tanggal 15 bulan Hijriah. Dari sana kemudian diperoleh hitungan bahwa selanjutnya kemunculan bulan setiap hari lebih cepat 54 menit.

"Dengan rumus itu didapatkan perpisahan bulan terjadi Sabtu siang," jelas Samir

Sekadar diketahui, sejarah An-Nadzir berawal dari kedatangan seorang ulama bernama KH Syamsuri Abdul Madjid ke Sulawesi Selatan di tahun 1998. Syamsuri mendirikan majelis Jundullloh dan mendapat banyak pengikut.

Selanjutnya nama berubah menjadi An-Nadzir di tahun 2002 untuk membedakan dengan Laskar Jundulloh pimpinan Agus Dwikama. Jamaah ini lelakinya dikenal dengan ciri-ciri rambut pirang serta pakaian dan sorban serba hitam. Sedangkan yang wanita menggunakan jilbab besar.

Ciri khas mereka adalah rambut pirang dan memakai celak bagi laki-laki. Sedangkan perempuan menggunakan cadar penutup muka dan jilbab besar.

"Kami mengikuti ajaran Rasulullah dan yang dia lakukan termasuk memanjangkan rambut dan berwarna pirang," ungkap dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini