nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konser Dangdut di Festival Crossborder Badau Siap Pikat Wisman Malaysia

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 10:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 03 406 2050942 konser-dangdut-di-festival-crossborder-badau-siap-pikat-wisman-malaysia-qhWaQp4Op5.jpg Suasana pembukaan konser dangdut di Pos Lintas Batas Negara Nanga Badau. Foto: Kemenpar

KAPUAS - Festival Wonderful Indonesia siap "menggoyang" perbatasan (crossborder), persisnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Barat, pada 4-5 Mei 2019. Kali ini artis ibu kota yang dihadirkan merupakan penyanyi dangdut senior Iis Dahlia dan Wulan Alora KDI serta band lokal.

”Wisatawan Malaysia paling mudah ditarikkan ke Tanah Air lewat perbatasan. Karena itu, atraksi terus digencarkan di dekat pintu-pintu masuk Indonesia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kamis (2/4/2019).

Menpar Arief Yahya meyakini bahwa warga dan wisatawan di spot perbatasan haus hiburan. Makanya konser yang digelar di perbatasan selalu banyak pengunjung, khususnya wisatawan yang datang dari Malaysia.

”Ini kami lakukan agar potensi yang dimiliki Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalbar, semakin tereksplorasi dengan baik untuk pariwisata. Juga agar kawasan itu dijadikan gateway atau pintu gerbang untuk mendatangkan wisman asal Malaysia. Kami sudah menggelar acara seperti ini berkali-kali dan hasilnya luar biasa,” katanya.

Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani menjelaskan, misi penyelenggaraan acara ini adalah dalam upaya pencapaian target 30% wisatawan mancanegara (wisman) dari perbatasan pada 2019.

"Dari sebanyak 19 pintu masuk wisatawan ke Indonesia, border Nanga Badau yang berbatasan darat dengan Malaysia berpotensi dapat menjadi salah satu penyumbang besar masuknya wisman," ungkap Rizki didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II, Adella Raung.

Festival ini dihelat dengan mengusung konsep crossborder tourism. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk penampilan penyanyi atau musisi nasional, pertunjukan band lokal, penampilan tarian dan kesenian khas Kalimantan Barat, termasuk musik Sape, pameran UMKM, dan kuliner.

"Selain mendatangkan wisman, juga menghidupkan perekonomian sekitar. Sebab nanti di luar area konser musik, sepanjang jalan radius 1 KM dipenuhi pedagang kiri dan kanan jalan. Dari kerajinan, kuliner hingga kebutuhan lainnya ditawarkan ke pengunjung. Wisman datang menonton dan belanja, terjadi perputaran ekonomi langsung di sini," jelas Rizki.

Adella menambahkan, festival yang dikemas dengan konsep konser musik terbukti ampuh dan efektif dalam mendatangkan wisman dalam jumlah besar. Apalagi musik dangdut juga sudah sangat populer bagi warga Malaysia.

"Konser dangdut selalu digemari di wilayah perbatasan. Apalagi bintang tamunya penyanyi yang sudah tidak asing lagi bagi warga perbatasan. Penyanyi senior ini (Iis Dahlia) juga banyak penggemarnya di Malaysia," kata Adella.

Menurutnya, Festival Crossborder Badau bukan hanya sekedar atraksi wisata. Tetapi juga menjadi cara untuk mendorong peningkatan sektor pariwisata di perbatasan. Dengan itu maka laju perekonomian di perbatasan diharapkan juga makin cepat berkembang.

"Pariwisata menjadi cara cepat dalam meningkatkan sektor perekonomian karena memberikan multiplier efek bagi sektor lainnya. Ini yang kita harapkan sehingga laju perekonomian di kawasan terluar Indonesia makin berkembang," ucap Adella.

Adella menambahkan, selain atraksi yang tersebut di atas, Festival Crossborder Badau juga didukung dengan aksesibilitas dan amenitas yang memadai. Sehingga wisatawan dari luar daerah bisa menikmati seluruh rangkaian acara dengan nyaman.

“Perjalanan dari Pontianak ke Putussibbau menuju Nanga Badau bisa ditempuh dengan transportasi darat lebih kurang selama 4 jam. Di sekitar lokasi kegiatan juga tersedia sarana akomodasi berupa hotel dan homestay. Jadi wisatawan tidak perlu khawatir akan menginap di mana,” jelasnya.

Dikatakan, Festival Crossborder Badau 2019 juga menyasar wisatawan dari daerah sekitar seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Namun, utamanya memang wisman dari Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, dan eks Patriat.

“Kegiatan ini digagas sebagai upaya peningkatan kontribusi sektor pariwisata, peningkatan daya saing tiga kawasan pariwisata, dan peningkatan kesiapan destinasi wisata prioritas lainnya melalui dukungan pemasaran pariwisata nasional,” pungkasnya.

(abp)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini