nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah David Steward, Anak Pemulung yang Jadi Orang Kaya di Dunia

Dito Bagus Wibowo, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 03 612 2051123 kisah-david-steward-anak-pemulung-yang-jadi-orang-kaya-di-dunia-pvKD0Zno05.jpg David Steward anak pemulung yang jadi orang kaya di dunia (Foto: Celebritynetworth)

Pria keturunan Afrika-Amerika ini lahir dari keluarga yang terbilang tidak mampu. Selain pengepul sampah, ayahnya adalah seorang mekanik dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Ia tumbuh di Clinton, Missouri ketika mengalami kemiskinan dan diskriminasi.

Pada tahun 1967, Steward adalah anggota dari sekelompok kecil mahasiswa Afrika-Amerika yang berintegrasi. Steward mendapatkan sebuah gelar B.S. dalam bisnis pada tahun 1973 dari Central Missouri State University.

Semasa muda, David selalu menjadikan rintangan hidupnya sebagai celah sekaligus potensi menggapai kesuksesannya. David berhasil menjadi sarjana lulusan Central Missouri State University dan bekerja diberbagai perusahaan, salah satunya industri transportasi. Dia pun pernah diangkat sebagai account executive di Federal Express.

david steward

Setelah itu, David Steward pun mendapatkan perusahaan konsultan bisnis layanan transportasi yang khusus mengaudit tarif. Namun, perekonomian pada saat itu sedang sulit dan pada akhirnya dia mendirikan World Wide Technology.

Pada tahun 2003, memiliki pendapatan US$ 1 Miliar, kemudian semakin meningkat pada tahun 2010 sebesar US$ 3,2 Miliar dan sampai saat ini pendapatan sudah mencapai angka US$ 9 Miliar. Dan ini merupakan menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar di AS.

Berbasis di Missouri, ternyata WWT adalah pengecer teratas yang mengatasi solusi di Cisco AS dan nomor dua dalam Dunia. Saat ini perusahaan ini semakin berkembang dan memiliki lebih dari 40 perusahaan dimana selain itu sudah menjalani kerjasama dengan perusahaan lain sebanyak 100 sebagai pelanggan serta beberapa kontrak pembelian utama federal.

WWT sendiri saat ini memiliki lebih dari 3.000 karyawan yang bekerja yang disebar dalam 20 kantornya di seluruh dunia. Meskipun ia tumbuh dari kalangan miskin, Steward yang taa beragama juga percaya bahwa ia dapat banyak pelajaran dari orangtuanya yang telah mengajarinya apa yang penting dan memperlakukan orang lain dengan benar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini