nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Jenis Musik Ini Dapat Tingkatkan Fokus dan Produktivitas

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 03:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 05 612 2051617 5-jenis-musik-ini-dapat-tingkatkan-fokus-dan-produktivitas-DM42zQOJva.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Fokus pada satu hal di zaman sekarang mungkin sulit dilakukan. Di samping melakukan pekerjaan, media sosial seringkali mengganggu fokus seseorang.

Untungnya, kebiasaan tertentu dapat membantu meningkatkan kemampuan Anda untuk fokus dan berkonsentrasi. Salah satu kebiasaan yang lebih mudah dan lebih menyenangkan yang dapat Anda kembangkan hanyalah mendengarkan musik.

Dilansir dari Chopra, Senin (6/5/2019), para ahli mengungkapkan bahwa mendengarkan musik dapat menyebabkan otak Anda melepaskan dopamin, neurotransmitter yang sering disebut sebagai bahan kimia kesenangan otak, yang dapat meningkatkan suasana hati Anda. Juga dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi Anda saat melakukan tugas yang berulang, dan memacu kreativitas Anda.

Berikut lima jenis musik yang bisa meningkatkan fokus dan produktivitas seseorang:

1. Musik alam

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam The Journal of Acoustical Society of America menemukan bahwa memainkan suara alami di lingkungan kantor dapat meningkatkan keterampilan kognitif dan suasana hati pekerja. Para peneliti juga mencatat efek ini dapat terbawa ke lingkungan lain di luar kantor. Partisipan dalam penelitian ini mendengarkan suara meniru air yang mengalir, tetapi suara alami lainnya bisa sama efektifnya selama tidak mengganggu pendengarnya.

2. Musik klasik

Musik oleh komposer klasik seperti Bach, Mozart, dan Beethoven dapat bermanfaat ketika belajar untuk ujian atau fokus pada proyek kerja. Para peneliti di Universitas Helsinki baru-baru ini menemukan bahwa mendengarkan musik klasik dapat mengubah fungsi gen, yang dapat menyebabkan banyak manfaat, termasuk peningkatan fungsi otak.

Dalam sebuah studi terpisah yang diterbitkan dalam Scientific Reports, penelitian diikuti peserta anak-anak (usia 8 hingga 9) dan manula (usia 65 hingga 75) dengan diminta melakukan tugas tiga kali: pertama dengan sebuah minuet Mozart bermain di latar belakang, kedua dengan modifikasi versi minuet yang memiliki interval disonan, dan ketiga dalam keheningan total. Baik anak-anak dan manula berkinerja lebih baik saat mendengarkan Mozart daripada mendengarkan musik yang disonan atau tanpa musik.

 

3. Musik yang Anda sukai

Preferensi pribadi tampaknya menjadi komponen penting lainnya bagi kemampuan musik untuk meningkatkan fungsi otak. Studi Teresa Lesiuk memungkinkan peserta untuk memilih musik yang ingin mereka dengarkan. Secara umum, peserta melakukan tugas-tugas lebih cepat daripada mereka yang tidak mendengarkan musik sementara peserta yang cukup terampil dalam pekerjaan mereka mendapat manfaat yang paling keseluruhan.

Sebuah teori tentang mengapa mendengarkan musik yang disukai dapat meningkatkan fokus adalah ia memasuki wilayah otak yang mengendalikan emosi Anda. Mendengarkan musik yang membangkitkan perasaan positif dapat meningkatkan produktivitas. Sebaiknya, hindari musik yang membangkitkan ingatan menyakitkan yang dapat menyebabkan perasaan marah atau sedih karena dapat membuat fokus Anda menjadi lebih sulit.

4. Musik tanpa lirik

Anda mungkin menemukan musik dengan lirik yang mengganggu, terutama ketika melakukan tugas-tugas rumit yang membutuhkan kemampuan memecahkan masalah atau keterampilan kognitif tingkat tinggi. Dalam sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan Work, para peneliti memainkan musik dengan dan tanpa lirik untuk peserta dalam lingkungan kerja dan mengamati efek pada perhatian manusia dan produktivitas. Latar belakang musik dengan lirik memiliki efek negatif yang signifikan pada konsentrasi dan perhatian.

5. Musik yang disesuaikan

Terakhir, Focus @ Will, layanan musik yang berbasis di neuroscience, menyesuaikan musik instrumental untuk membantu meningkatkan fokus dan mengurangi gangguan saat melakukan kegiatan seperti membaca, menulis, dan bekerja. Perusahaan mengklaim bahwa daftar putar instrumental mereka menenangkan sistem limbik, bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur emosi dan memori, memungkinkan pendengar untuk mempertahankan fokus. Untuk menentukan jenis musik yang akan diputar dan kapan paling mempengaruhi otak, aplikasi menggunakan berbagai karakteristik seperti nilai emosional, gaya perekaman, kunci musik, dan intensitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini