nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Penyakit Ajaib Ini Hanya Ada di Indonesia

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 10:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 06 481 2051969 4-penyakit-ajaib-ini-hanya-ada-di-indonesia-35cnp5yZ41.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP jenis penyakit memiliki istilah medis yang berkaitan dengan penyebab atau ciri khasnya. Di Indonesia, ada beberapa penyakit unik yang sering terjadi, tetapi istilah medisnya tidak banyak dikenal.

Banyak orang akhirnya beranggapan bahwa penyakit-penyakit ini tidak ditemukan di tempat lain. Apa sebenarnya penjelasan medis di balik beragam penyakit unik ini?

Pernahkah Anda mengalami masuk angin, cantengan, atau anyang-anyangan? Meski penyakit ini terdengar sangat “lokal”, sebenarnya penyakit ini sebenarnya memiliki istilah medis sendiri. Berikut ulasannya.

Baca Juga: Penampakan Tangan di Pundak Suami BCL saat Foto Bareng Nia Ramadhani Bikin Merinding


1. Masuk angin

Dalam literatur medis, masuk angin tidak memiliki istilah medis yang spesifik. Masuk angin sebenarnya adalah istilah awam yang merujuk pada malaise, yakni kondisi tidak enak badan.

Ciri-cirinya seperti, tubuh terasa tidak sehat, perasaan seakan Anda mengalami suatu penyakit, tubuh terasa lemah dan lesu dan rasa tidak nyaman pada sekujur tubuh.

Masuk angin sering dikaitkan dengan paparan udara luar atau suhu dingin AC dalam waktu lama, namun sebenarnya penyebab malaise sendiri sulit ditentukan. Kondisi ini justru bisa menjadi tanda dari penyakit lain seperti flu, diare, infeksi bakteri, hingga gangguan fungsi hati.


2. Anyang-anyangan

Anyang-anyangan ditandai dengan keinginan buang air kecil tanpa disertai keluarnya urine atau urine yang keluar terlalu sedikit.

Kondisi unik ini sangat sering terjadi di Indonesia dan dianggap sebagai penyakit yang muncul akibat kurang minum air. Anyang-anyangan bukanlah penyakit, melainkan gejala dari penyakit infeksi saluran kemih (ISK).

Selain anyang-anyangan, penderita ISK biasanya mengalami gejala lain, seperti rasa nyeri saat buang air kecil, urine tampak keruh, kemerahan, merah muda, atau kecokelatan, urine berbau tidak sedap dan rasa nyeri pada panggul.

ISK disebabkan oleh infeksi bakteri pada kandung kemih atau saluran uretra. Jadi, bukan semata-mata disebabkan karena Anda kurang minum air. Meski begitu, Anda tetap perlu minum air yang cukup untuk menjaga kesehatan ginjal dan membuang bakteri dari saluran kemih.

Baca Juga: Bingung Mau Masak Apa untuk Buka Nanti, Nih 3 Rekomendasinya


3. Cantengan

Di Indonesia, cantengan dikenal sebagai penyakit unik yang muncul akibat memotong kuku terlalu dalam. Dalam dunia medis, cantengan adalah infeksi pada kuku akibat jamur atau ragi yang dikenal dengan sebutan onychomycosis atau Tinea unguium. Gejala utama dari cantengan adalah timbulnya luka pada area sekitar kuku.

Selain itu, Anda juga dapat mengalami gejala pada kuku seperti kuku menebal, bergerigi, patah, atau menjadi tumpul, kuku berubah warna menjadi kekuningan atau tampak gelap, muncul garis putih atau bintik kekuningan pada kuku, dan sakit pada area yang terinfeksi.

Kuku kaki dan tangan sama-sama dapat mengalami cantengan. Risikonya lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat cantengan dalam keluarga, sering memakai alas kaki tertutup, sering terkena air, serta pernah mengalami cedera pada kuku.

4. Angin duduk

Nama penyakit unik ini mungkin tidak akan pernah Anda temukan selain di Indonesia, tapi Anda mungkin pernah mendengar istilah medisnya, yakni angina.

Angina merupakan nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah menuju jantung. Angin duduk sebenarnya adalah gejala utama dari penyakit jantung koroner.

Kondisi ini sering kali disertai dengan gejala lain seperti nyeri pada lengan, leher, rahang, punggung, atau bahu, tubuh lesu, mual, berkeringat, sesak napas dan pusing.

Angina terdiri dari dua jenis, yaitu angina stabil dan angina tak stabil. Angina stabil biasanya dapat pulih dengan beristirahat. Sayangnya, angina tak stabil lebih berisiko menimbulkan henti jantung sehingga harus segera ditangani secara medis.

Penggunaan nama penyakit unik di Indonesia tak jarang malah menyebabkan salah kaprah mengenai penanganannya.

Misalnya, penderita angina seharusnya dibiarkan beristirahat, tapi mereka justru tetap beraktivitas dan akhirnya mengalami serangan jantung.

Jadi, Anda boleh saja menggunakan istilah awam untuk menyebut penyakit tertentu selama tidak menimbulkan kekeliruan dalam penanganan medis.

Jangan pula melakukan tindakan medis tanpa dasar yang pasti karena bisa berbahaya. Terpenting, lakukan konsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui dengan pasti kondisi yang menimpa Anda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini