Mengenal Penyakit Bronkopneumonia yang Mengintai si Kecil

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Senin 06 Mei 2019 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 06 481 2052257 mengenal-penyakit-bronkopneumonia-yang-mengintai-si-kecil-AAIdXj3h6C.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Belum lama ini ada seorang balita bernama Ainaa yang menderita penyakit bronkopneumonia karena ayahnya perokok. Kisah itu dibagikan di laman Facebook milik ibunya, Destriana pada Desember 2018 lalu. Kisah itu pun viral dan menarik perhatian netizen.

Masih banyak orang yang belum mengetahui apa itu penyakit bronkopneumonia. Dilansir dari Healthline, Senin (6/5/2019) Pneumonia adalah kategori infeksi paru-paru. Ini terjadi ketika virus, bakteri, atau jamur menyebabkan peradangan dan infeksi pada alveoli (kantung udara kecil) di paru-paru. Sedangkan bronchopneumonia adalah jenis pneumonia yang menyebabkan peradangan pada alveoli.

Seseorang yang mengidap bronkopneumonia mungkin mengalami kesulitan bernapas karena saluran udara mereka menyempit. Karena peradangan, paru-paru mereka mungkin tidak mendapatkan cukup udara. Penyakit ini menyerang berbagai umur.

 

Gejala bronkopneumonia seperti jenis pneumonia lainnya. Kondisi ini sering dimulai dengan gejala mirip flu yang dapat menjadi lebih parah selama beberapa hari. Gejalanya meliputi demam, batuk yang memunculkan lendir, sesak nafas, sakit di bagian dada, panas dingin, pernapasan yang tidak terkontrol, berkeringat, sakit kepala, nyeri pada otot, dan kebingungan atau delirium terutama pada orang tua.

 Baca Juga: 7 Alasan Perempuan Harus Mencoba Olahraga Freeletics

Namun ketika penyakit ini menyerang anak-anak dan bayi dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Batuk adalah gejala yang paling umum pada bayi, mereka mungkin juga mengalami detak jantung yang cepat, kadar oksigen darah rendah, penarikan otot-otot dada, penurunan minat makan, makan, atau minum, demam, dan sulit tidur

Temui dokter segera jika Anda memiliki gejala pneumonia. Hanya dokter yang dapat memvonis berbagai penyakit. Ada beberapa Faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit bronkopneumonia.

 

Umur

Orang yang berusia 65 tahun atau lebih, dan anak-anak yang 2 tahun atau lebih muda, memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang bronkopneumonia dan komplikasi dari kondisinya.

 Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Dirikan Klinik MNC Healthcare Center Lengkap

Lingkungan

Orang yang bekerja di rumah sakit, atau sering mengunjungi fasilitas rumah sakit atau panti jompo memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang bronkopneumonia.

Gaya hidup

Merokok, gizi buruk, dan riwayat penggunaan alkohol berat dapat meningkatkan risiko bronkopneumonia.

Kondisi medis

Memiliki kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko Anda terkena pneumonia jenis ini. Termasuk ketika Anda mempunyai penyakit paru-paru kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), HIV / AIDS, dan memiliki sistem kekebalan yang melemah karena kemoterapi atau penggunaan obat.

Memang kebanyakan kasus bronkopneumonia menyerang anak-anak yang berusia di bawah dua tahun karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terlalu kuat. Seperti halnya Kasus yang Ainaa alami. Berikut adalah beberapa cara mencegah penyakit ini pada anak:

1. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan tangan anak Anda untuk mengurangi penularan penyakit.

2. Hindarkan anak-anak dari paparan asap rokok.

3. Jauhkan bayi atau anak dari penderita bronkopneumonia.

4. Lengkapilah imunisasi anak agar terlindungi dari bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi bronkopneumonia.

Bila anak Anda mengalami gejala yang mirip dengan bronkopneumonia, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Semakin cepat ditangani, risiko terjadinya komplikasi akibat bronkopneumonia pada anak akan semakin kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini