nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tantangan Berat Milenial saat Bekerja di Era 4.0

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2019 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 07 196 2052592 tantangan-berat-milenial-saat-bekerja-di-era-4-0-ezXz3dkKP1.jpg Tantangan milenial di era 4.0 (Foto: Goodcall)

SESEORANG milenial sejatinya kerap merasa kesulitan saat menjadi seorang pekerja yang profesional. Apalagi kalau tuntutan kerja di perusahaannya sangat tinggi dan menjadi kendala tersendiri.

Belum lagi di era 4.0 milenial harus bekerja mengikuti perkembangan teknologi dan harus saling bertukar informasi. Juga dengan ada globalisasi dan keberagaman budaya, yang mana sumber daya manusia harus siap bersaing.

Baca Juga: Hampir Setengah Abad, Bibi Lung Masih Tampil Awet Muda

Ketua Perkumpulan Assessment Center Indonesia (PASSTI) Teuku Zilmahram mengatakan, perubahan dunia kerja akhir-akhir ini, memiliki karakteristik volatility, uncertainty, complexity dan mbiguity (VUCA). Volatility didefinisikan sebagai perubahan yang sangat cepat. Uncertainty adalah kesulitan bagi kita untuk memprediksi kejadian atau peristiwa yang akan tarjadi di masa depan.

Sementara complexity menyiratkan bauran antara isu dengan chaos yang terjadi di organisasi semakin beraneka ragam. Serta ambiguity yang berarti kaburnya antara realitas dengan makna-makna bauran dari berbagai kondisi yang ada.

Bahkan menurutnya, saat ini tidak ada satu perusahaan pun yang terjamin aman dari gelombang perubaan tersebut. Karena itu, sumber daya manusia yang ada harus siap mengubah metode kerja, yang berbeda dari zaman dulu.

“Mau tidak mau, hal ini juga akan berpengaruh pada bidang SDM. Diperlukan kesungguhan untuk mempersiapkan SDM dalam menghadapi era ini," terangnya, lewat keterangannya, Selasa (7/5/2019).

Belum lagi bagi seorang pemimpin, harus punya kualitas kerja yang unggul dalam memimpin timnya. Karakter seseorang juga harus kuat dan tegas, tapi tidak membebani orang lain.

“Para pemimpin pada semua tingkat jabatan menjadi signifikan untuk melakukan transformasi," tambah Zilmahram.

Sementara itu, Irjen Kementerian Perdagangan Srie Agustina menambahkan, di era VUCA kondisi para pekerja akan menghadapi hal ketidakpastian dan ketidakjelasan. Kalau tidak bisa bekerja lebih cepat, tepat, dan cerdas, pasti akan tertinggal.

"SDM berkualitas harus disiapkan sekarang. Lewat Assessment Center, diyakini sebagai metode yang memiliki validitas tinggi dalam menilai perilaku sumber daya manusia. Selain itu, dalam memilih pemimpin, harus berkualitas unggul dan tangguh," pungkasnya.

 BACA JUGA : Para Wanita Avengers Endgame di Met Gala 2019, Siapa Paling Mencuri Perhatian?

Untuk menjawab tantangan tersebut, banyak pihak harus menguatkan sumber daya manusia di dunia kerja. Termasuk lewat penyelenggaraan Kongres Nasional Assessment Center Indonesia (KNACI V).

"Ajang ini sebagai wadah untuk berbagai informasi, sarana pengembangan, organisasi profesi dan institusi rujukan,” kata Zilmahram mengakhiri.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini