nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbaikan Kualitas Ikan Laut untuk Dikonsumsi Masyarakat Luas

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 08 298 2053102 perbaikan-kualitas-ikan-laut-untuk-dikonsumsi-masyarakat-luas-MVBxlmVbbz.jpg Perbaikan kualitas ikan untuk dikonsumsi (Foto: Frenchforfoodies)

KONSUMSI ikan laut rupanya tak bisa sembarangan, apalagi hasil tangkapan dari laut Indonesia. Lebih baik pilih yang berkualitas, mendapat kualitas ikan yang baik, pasti gizinya pun lebih tinggi protein.

Ikan laut memang sangat baik dikonsumsi semua kalangan, karena mengandung tinggi protein dan sumber omega-3. Nutrisi tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung kesehatan tubuh manusia. 

Apalagi sering kita mendengar seruan makan ikan setiap hari dari pemerintah. Sampai Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti bakal "menenggelamkan" orang yang malas makan ikan. 

Terlepas dari itu, jika masyarakat ingin mendapatkan ikan berkualitas, dari nelayan sampai distributor pun harus mensortir hasil tangkapan itu dengan benar. Karenanya, The Nature Conservancy (TNC) Indonesia menggandeng perusahaan penangkapan, pengolahan, dan eksportir ikan, di dalam Proyek Perbaikan Usaha Perikanan (Fisheries Improvement Project/FIP). 

 

Para nelayan khususnya yang menangkap ikan kakap dan kerapu laut, juga diberikan pembinaan khusus. Kesejahteraan hidupnya juga diperhatikan, karena kegiatan mencari ikan adalah sumber kehidupannya. 

Country Director TNC Indonesia Rizal Algamar mengatakan, langkah tersebut dapat menghindari pembelian bahan baku ikan, yang belum dewasa untuk mencapai standar keberlanjutan perikanan di Indonesia. Keterlibatan pihak swasta, menurutnya, sangat penting sebagai pelaku usaha perikanan. Faktor ini penting dalam mencapai tujuan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia. 

"Program ini telah menghasilkan tinjauan menyeluruh, terhadap status usaha perikanan kakap dan kerapu laut, yang bernilai jual tinggi," ucapnya lewat keterangan persnya, Rabu (8/5/2019). 

Usaha tersebut, sebut Rizal, mencakup 10.000 kapal penangkap ikan beragam ukuran dan tipe alat tangkap. Hasilnya bisa menangkap ikan hingga 88.000 ton ikan. 

Hasilnya kemudian diekspor dalam bentuk potongan (fillet) atau utuh (whole fish) ke Amerika Serikat, Eropa, dan berbagai negara di Asia. 

"Kegiatan ini dapat meningkatkan transparansi pada rantai pasok perikanan, serta memposisikan Indonesia sebagai sumber ikan yang dapat ditelusuri dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat membuka pasar premium dari makanan laut yang berkualitas,” pungkasnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini