nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali 8 Bentuk Puting Payudara dan Waspadai Gejala Kanker

Amanda Rahmadianti Syafira, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 09 481 2053526 kenali-8-bentuk-puting-payudara-dan-waspadai-gejala-kanker-JjwZIB314M.jpg Ilustrasi (Foto: Thebreastarsite)

Bentuk dan ukuran tubuh seseorang berbeda, jadi tidak mengherankan jika puting payudara juga bisa bervariasi bentuknya. Dari menonjol ke rata, berbulu dan kendur, semua puting memang berbeda-beda. Tetapi jika mereka berubah bentuknya, saat itulah Anda harus khawatir.

Para ahli mengatakan sebagian besar perubahan puting bisa disebabkan oleh kehamilan, menyusui, atau hanya karena faktor genetika. Bisa juga karena saluran payudara terlalu pendek atau jaringannya menjadi sempit.

Dilansir dari The Sun, Kamis (9/5/2019), dokter dari The Hospital Group mengidentifikasi delapan jenis puting yang secara medis normal dan yang menjadi tanda peringatan kanker.

1. Menonjol

 

Puting yang menonjol cenderung mengarah ke luar dan seringkali terangkat beberapa milimeter. Saat cuaca dingin , puting susu bisa mengeras. Areola adalah area kecil berwarna merah muda, yang melingkari puting susu.

Ketika puting menonjol, hal ini akan sangat terlihat, puting susu dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pakaian dan pilihan pakaian dalam Anda, tergantung pada tingkat keparahan menonjol pada puting.

 Baca Juga: Waspada! Tak Selamanya Tuberkulosis Menyerang Paru-Paru

2. Rata

 

Puting pipih kurang menonjol dan seringkali seluruh puting menyatu ke dalam areola. Alih-alih menonjol, mereka terlihat benar-benar datar walaupun cuaca sedang dingin atau sangat dingin.

3. Benjolan kecil

 

Benjolan kecil mungil pada areola Anda benar-benar normal dan dapat ditemukan di semua puting. Mereka disebut kelenjar Montgomery dan kadang-kadang muncul. Benjolan kecil tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri kita jika kita merasa mereka sangat terlihat.

4. Bengkak

 

Ketika areola bengkak, hal ini biasanya disebabkan oleh jaringan berlebih di area areola yang didapat secara turun temurun atau sebagai akibat dari perubahan hormon selama pubertas. Ini juga merupakan tanda peningkatan kadar hormon yang terjadi pada kehamilan atau hanya selama siklus menstruasi Anda.

 Baca Juga: Olahraga Selama Menstruasi, Ternyata Ini 4 Manfaatnya

5. Berbulu

 

Semua wanita, dan pria, memiliki rambut halus di areola dan bervariasi warnanya, ketebalan, dan tekstur untuk masing-masing. Rambut dapat dipengaruhi oleh etnis, dan kadang-kadang wanita hamil rambut halusnya menjadi gelap, menebal atau tumbuh. Tenang, semua ini normal pada payudara. Perubahan hormon seperti memulai pil kontrasepsi baru juga dapat menyebabkan rambut tumbuh di sekitar puting susu.

6. Terbalik

 

Dengan puting terbalik, puting masuk ke dalam, bukannya keluar. Jika Anda memilikinya, ini tidak perlu dikhawatirkan. Tapi pastikan untuk waspada terhadap perubahan mendadak dan tak terduga pada posisi puting susu misalnya jika kelihatan cekung atau berputar ke dalam.

7. Besar

 

Puting hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran, tetapi tidak ada yang namanya "terlalu besar" atau "terlalu kecil" ketika mengenai payudara Anda. Masih sepenuhnya normal dan ukuran tidak perlu dikhawatirkan.

8. Kecil

 

Sama halnya, kita juga merasa seolah-olah puting kita sangat kecil dan tidak sebanding dengan ukuran atau bentuk payudara kita. Tapi itu benar-benar normal dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

9. Benjolan tidak normal

 

Benjolan di puting susu, payudara dan ketiak, dalam bentuk atau ukuran apa pun harus diperiksa oleh dokter. Selain itu, jika salah satu dari puting tiba-tiba menjadi masuk ke dalam, segeralah membuat janji dengan dokter Anda karena itu bisa menjadi gejala kanker.

Menurut NHS, 90 persen benjolan di payudara tidak bersifat kanker, tetapi ada baiknya untuk memeriksakan ke dokter. The Hospital Group mengatakan: "Periksa payudara Anda setiap bulan dan jika Anda telah melihat sesuatu yang berbeda dengan puting susu Anda dan perubahan tampaknya bertahan lama atau berkembang, saran terbaik kami adalah jangan mengabaikannya dan segera meminta saran medis dari dokter Anda."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini