nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Gunakan Implan Otak untuk Obati Pecandu Narkoba

Amanda Rahmadianti Syafira, Jurnalis · Kamis 09 Mei 2019 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 09 481 2053574 china-gunakan-implan-otak-untuk-obati-pecandu-narkoba-BTjqwe0d9l.jpg Ilustrasi (Foto: Dailymail)

Seorang pecandu narkoba di China tengah menyiapkan diri menghadapi dokter bedah yang akan mengebor tengkoraknya. Dokter akan memasukkan elektroda ke dalam otaknya.

Harapannya adalah bahwa teknologi akan memadamkan kecanduannya terhadap narkoba. Menghilangkan kecanduan metamfetamin sedang dilakukan di Rumah Sakit Ruijin Shanghai, bersama dengan uji coba paralel untuk kecanduan opioid. Dan pria bermasalah ini adalah pasien pertama.

Dilansir dari New York Post, Kamis (9/5/2019), operasi ini dilakukan untuk penanaman alat yang bertindak sebagai semacam alat pacu jantung untuk otak, merangsang daerah sasaran secara elektrik. Sementara upaya Barat untuk mendorong maju dengan uji coba manusia terhadap DBS untuk kecanduan telah kandas.

Para ilmuwan di Eropa telah berjuang untuk merekrut pasien untuk studi kecanduan DBS mereka, dan pertanyaan-pertanyaan etis, sosial dan ilmiah yang kompleks telah membuat pekerjaan semacam ini sulit maju di Amerika Serikat, di mana perangkatnya yang akan ditanamkan mencapai biaya Rp1,4 miliar.

 Baca Juga: Kenali 8 Bentuk Puting Payudara dan Waspadai Gejala Kanker

Operasi ini akan dilakukan pertama kali pada pada manusia di China. Pasien itu bersikeras harus nama keluarganya saja yang diterbitkan yaitu, Yan. Dia takut kehilangan pekerjaan jika dia teridentifikasi.

Dokter mengatakan kepadanya bahwa operasi itu tidak berisiko. "Tapi aku masih gugup. Ini pertama kalinya aku menjalani operasi," kata pasien.

Tiga teman Yan memperkenalkan shabu-shabu padanya saat di kamar hotel tak lama setelah kelahiran putranya pada tahun 2011. Mereka mengatakan kepadanya, “Lakukan sekali saja, Kau sudah memiliki anak, Kau tidak akan memiliki masalah.”

Merokok membuat Yan merasa pingsan dan sedikit terkulai. Kemudian, dia menemukan shabu membawa kenikmatan yang lebih daripada rokok, sekitar Rp2,1 miliar sudah dia habiskan sejak dia mulai menggunakan narkoba. Akhirnya istrinya menceraikannya dan membawa serta putranya.

 Baca Juga: Semua Orang Berpotensi Terkena Tuberkulosis, Waspadalah

Tahun lalu ayahnya memiliki teman yang telah menjalani operasi DBS di Ruijin, memberinya ultimatum: Kembali ke rehabilitasi atau operasi otak.

"Tentu saja, saya memilih operasi," kata Yan. "Dengan operasi, saya pasti memiliki kesempatan untuk mendapatkan hidup saya kembali."

Sebelum ada implan otak di China, ada lesi otak. Keluarga putus asa dari pengguna narkoba jenis heroin membayar ribuan dolar untuk operasi yang berisiko di mana dokter menghancurkan gumpalan kecil jaringan otak. Lesi otak dengan cepat menjadi pusat laba di beberapa rumah sakit, tetapi juga membuat pasiennya mengalami gangguan mood, kehilangan ingatan dan mengubah dorongan seks.

DBS dibangun berdasarkan sejarah itu. Tetapi tidak seperti lesi, yang secara irreversibel membunuh sel-sel otak.

"Sebagai dokter, kita selalu perlu memikirkan pasien," kata Dr. Sun Bomin, Direktur Departemen Bedah Saraf Fungsional Rumah Sakit Ruijin.

“Mereka adalah manusia. Anda tidak bisa mengatakan, ‘Oh, kami tidak memiliki bantuan, perawatan apa pun untuk kalian."

Di China, perangkat DBS dapat berharga kurang dari Rp359 juta. “Mesin ini cukup ajaib. Dia dapat menyesuaikan, dapat membuat Anda bahagia dan Anda akan bahagia, membuat Anda gugup dan Anda gugup," kata Yan. "Itu mengendalikan kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, dan kegembiraanmu”, jelasnya.

Setelah menjalani operasi tersebut, Yan segera meninggalkan rumah sakit keesokan paginya. Lebih dari enam bulan kemudian, dia bilang dia tidak menggunakan narkoba. Dia merasa lebih tenang, kulitnya bersih dan dia menambah 10 kilogram pada berat badannya. Ketika teman-temannya kembali berhubungan, dia menolak narkoba yang ditawarkan oleh mereka. Dia mencoba menghidupkan kembali hubungannya dengan sang mantan istri, tetapi dia sedang mengandung anak suaminya yang baru.

1
2

Berita Terkait

Narkoba

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini