nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikah dengan Bule, Apa Enaknya?

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 10:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 11 196 2054342 menikah-dengan-bule-apa-enaknya-BtLNcy4Bin.jpg Artis Nadia Vega Menikah dengan Bule (Foto: Instgram/@thenadiavega)

KITA memang tidak bisa menebak akan pada akhirnya berjodoh dengan siapa. Mungkin dengan orang pribumi, atau tak sedikit juga warga Indonesia yang menikah dengan bule.

Menikah dengan pasangan beda negara atau biasa juga disebut ‘bule’ hadir dengan sederet hal positif dan negatif di dalamnya. Penasaran apa saja sih sebetulnya plus dan minus menikah dengan pasangan yang merupakan orang asing atau dengan kata lain pasangan ‘bule’? Merangkum berbagai sumber, Sabtu (11/5/2019) berikut ulasan singkatnya di bawah ini.

Keuntungan;

1. Menikmati hidangan dari negara lain : Ketika pasangan adalah orang asing, tentu saja ia akan memasak atau setidaknya sesekali) dan kita akan bisa makan makanan asli dari negara tempat asalnya. masakan asli itu. Pasti rasanya akan berbeda jika pergi makan ke restoran makanna asing, yang biasanya cita rasanya sudah disesuaikan dan dicampur dengan makanan lokal.

2. Memiliki anak bilingual atau trilingual : Biasanya ketika sudah memiliki anak, anak yang terlahir dari pasangan lintas negara akan bisa berbicara lebih dari satu bahasa. Minimal dua bahasa, bahasa asli ibunya dan bahasa asli ayahnya. Bahkan tak jarang, anak pada akhirnya bisa sampai berbicara fasih tiga bhahasa karena keluarga campuran cenderung sering tinggal di negara ketiga.

3. Bilingual : Ini mengacu pada diri sendiri, diri Anda bisa menjadi bilingual dengan hanya berlatih dengan pasangan Anda atau anggota keluarga dan mertua. Sebab sebagian besar waktu Anda harus berkomunikasi dengan bahasa mereka bukan?

4. Punya dua paspor : Keuntungan satu ini bisa sangat mungkin diraih di banyak negara, bahkan walau kita tidak tinggal di negara pasangan kita sepanjang waktu.

 

5. Merayakan dua gelaran pesta pernikahan : Mempunyai pasangan bule, pada akhirnya biasa gelaran pesta pernikahan akan digelar dua kali. Biasanya karena sebagian besar satu sisi keluarga tidak dapat datang ke pernikahan dan akhirnya memiliki dua upacara pernikahan terpisah untuk membuat semua pihak keluarga dan semua orang bahagia.

6. Menikmati berbagai festival dan perayaan : Setiap negara, setiap budaya memiliki festival dan liburan khusus, Anda akan dapat mempelajari dan menikmati berbagai perayaan, dari budaya pasangan dan juga latar belakang budaya Anda sendiri.

7. Kompeten dan open-minded : Memiliki pasangan ‘bule’, artinya ia datang dari budaya yang berbeda atau berarti cara berpikir yang berbeda. Mulai dari nilai kehidupan, keyakinan, gaya hidup yang berbeda dan sebagainya. Menikah dengan seseorang dari budaya yang berbeda, disebutkan akan memberdayakan diri kita untuk mendekati masalah dari sudut pandang yang berbeda , tahu cara mengambil perspektif yang berbeda, yang pada akhirnya membuat diri jadi lebih open-minded.

Kerugian;

1. Banyak dokumen : Ya, menikah dengan orang bule yang notabene beda negara, beda kewarganegaraan, beda bangsa, sejatinya memang menuntut begitu banyak dokumen resmi yang harus diurus, yang tidak jarang bisa membuat stres.

2. Menuntut banyak biaya : Menikah di negara sendiri saja di era sekarang sudah begitu mahal, bagaimana menikah di negara lain? Ya, menikah memang tidaklah murah. Di luar biaya pernikahan, tambahkan juga pengeluaran untuk biaya imigrasi dan sebagainya.

3. Setiap aspek akan diperiksa pihak imigrasi : Suka atau tidak, setiap aspek hubungan asmara Anda akan dianalisis selama wawancara imigrasi. Mulai dari diberi pertanyaan tentang kapan terakhir kali bertengkar, setelah pertama kali bertemu, kapan berbicara satu sama lain lagi? Hingga apa warna sikat gigi Anda dan pasangan.

 

4. Punya bukti otentik : Dibutuhkan bukti yang otentik yang bisa mendukung hubungan asmara yang dijalani, mulai dari foto, surel, pesan, jadwal penerbangan satu sama lain, Bukti komunikasi dengan keluarga satu sama lain, rencana pernikahan, laporan pajak, rekening bank bersama, tagihan dan kontrak, dan sebagainya.

5. Salah pengertian : Salah pengertian di sini lebih mengacu pada cultural misunderstandings. Misalnya kebiasaan sederhana sehari-hari, contohnya soal kebiasaan memakai atau meninggalkan sepatu saat di dalam rumah.

6. Jauh dari keluarga : Salah satu pihak biasanya harus rela tinggal berjauhan dari kerabat dan keluarga, entah itu istri saat mengikuti suami untuk tinggal di negara asal suami atau sebaliknya, atau malah merantau ke negara lain dengan tanpa didampingi salah satu pihak keluarga. (dno)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini