nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keceriaan 150 Anak Yatim Piatu saat Mencoba Profesi yang Dicita-citakan

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 11 196 2054498 keceriaan-150-anak-yatim-piatu-saat-mencoba-profesi-yang-dicita-citakan-xQM9r8vcy6.jpg Keseruan anak-anak menjajal profesi di Kidzania Jakarta (Foto: Tiara/Okezone)

Tidak semua anak terlahir dari keluarga berada. Ada anak-anak yang kurang beruntung karena berasal dari keluarga kurang mampu atau bahkan orangtuanya sudah tiada. Akan tetapi, bukan berarti anak-anak tersebut kehilangan kesempatan untuk meraih mimpi menjadi profesi yang diinginkan.

Masih ada pihak-pihak yang berbelas kasih untuk memberikan bantuan. Baik itu secara materi maupun dengan memberikan pengetahuan baru bagi anak-anak yang kurang beruntung. Cara tersebut dapat membantu memotivasi anak-anak mewujudkan profesi impiannya.

 

Perusahaan penjualan langsung terkemuka di dunia, QNET menyadari betul pentingnya anak-anak dalam kehidupan. Meskipun sudah 21 tahun berdiri, perusahaan tersebut terus berupaya memberikan sesuatu kepada masyarakat termasuk anak-anak. Hal itu selaras dengan filosofi perusahaan yaitu Raise Yourself To Help Mankind (RYTHM) yang memiliki prinsip dasar untuk selalu berfokus memerhatikan masyarakat yang membutuhkan, terutama anak-anak yang merupakan simbol masa depan.

 

Pada hari ini, Sabtu (11/5/2019), QNET menggelar acara ngabuburit dan buka puasa bersama 150 anak yatim piatu dengan rentang usia 5-14 tahun dari Yayasan Ridha, Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung di Kidzania Jakarta. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak bisa belajar mengenai profesi yang dicita-citakannya.

"Melalui acara ini, kami berharap anak-anak mendapatkan wawasan mengenai berbagai profesi yang bisa mereka lakoni. Dengan demikian, mereka akan bersemangat untuk rajin belajar demi mencapai cita-cita," ujar Zaheer Merchant selaku Director International Operation QNET saat ditemui di sela-sela acara.

 

Perwakilan dari yayasan, Nurul Zakia mengatakan pihaknya merasa senang karena anak-anak dapat diundang untuk merasakan pengalaman baru. "Alhamdulillah hari ini kami bisa membawa anak-anak untuk bermain sekaligus belajar. Ini adalah kali pertama mereka dapat berkunjung ke wahana edukasi. Saya senang karena ini sesuatu berbeda yang mereka lakukan," ujarnya kepada Okezone.

Kegembiraan tentunya dirasakan oleh anak-anak yang kurang beruntung dari yayasan tersebut. Mereka diberikan kebebasan untuk mencoba berbagai macam profesi sesuai minatnya. Salah satunya ada Salsa, seorang anak perempuan yang mulai beranjak remaja.

 

Dirinya menuturkan berkesempatan mencoba wahana menari, pembahasan teknologi, serta mencoba transportasi umum. "Kegiatan ini seru banget. Apalagi baru pertama kali mencoba," ujar gadis yang bercita-cita menjadi seorang dokter itu.

Hal senada juga dirasakan oleh Nurmanita. Dirinya mengaku memiliki pengalaman berkesan saat mencoba bekerja sebagai pegawai hotel. Di sana ia belajar untuk merapikan kamar dengan standar tinggi. Nurmanita juga mencoba profesi sebagai penjual majalah dan membuat handuk.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat buat saya karena belajar untuk menjadi orang dewasa. Selain itu, kegiatan ini juga menghibur," tandas gadis yang ingin memiliki profesi dosen itu.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini