nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Percintaan Pria Tionghoa Koh Atat yang Menikah dengan Wanita Pribumi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 05:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 12 196 2054604 kisah-percintaan-pria-tionghoa-koh-atat-yang-menikah-dengan-wanita-pribumi-IOo5fSqBh3.png Pernikahan Koh Atat dengan Wanita Pribumi (Foto: Leo/Okezone)

BERBEDA suku kerap menjadi kendala bagi seseorang untuk menjalin hubungan pernikahan. Terkadang ras, suku dan budaya menjadi tantangan utama yang kerap dihadapi seseorang untuk melangkah lebih jauh dan membina biduk rumah tangga.

Ya salah satunya adalah kebiasaan masyarakat Tionghoa yang sebagian besarnya lebih memprioritaskan keturunannya untuk menikah dengan suku yang sama. Meski demikian, ada pula orang Tionghoa yang memilih untuk melawan arus dengan menikahi masyarakat asli Indonesia (pribumi).

Selintas tidak ada hal mencolok yang membedakan masyarakat Tionghoa dengan masyarakat pribumi. Keduanya hidup berdampingan dengan rukun dan saling menghormati satu sama lainnya. Namun bagaimanakah kisah percintaan mereka?

Ya, salah satu pria Tionghoa yang menikah dengan wanita pribumi adalah Dodo Ata. Pria yang kerap disapa dengan Koh Atat ini memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita pribumi asli Bandung bernama Lilis Ratna. 

Meski berbeda suku, namun Koh Atat mengaku tidak menemukan kendala apapun dengan pernikahan berbeda suku yang telah dilakukannya. Bahkan ketika masih berpacaran pun, pasangan suami istri ini pun tidak menemukan kendala yang berarti.

“Tidak ada kendala, semuanya berjalan dengan lancar. Kami pun mendapat restu untuk menikah. Sukanya adalah rumah tangga saya berjalan dengan lancar hingga saat ini. Kami sudah memiliki tiga orang anak sekaligus tiga orang cucu dari pernikahan kami,” ungkap Koh Atat kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Tentunya kehidupan seseorang tidak semuanya penuh dengan suka. Meskipun hanya sedikit, pasti tetap ada duka yang menghiasi perjalanan biduk rumah tangga mereka. Koh Atat pun mengaku bahwa dirinya sering meninggalkan sang istri untuk pergi bekerja selama berhari-hari oleh. Namun, hal tersebut bukanlah menjadi halangan berarti bagi kehidupan rumah tangga mereka.

“Dukanya, saya sering meninggalkan istri untuk bekerja hingga berhari-hari sehingga ia harus mengurus semuanya seorang sendiri. Kami juga sempat mengontrak selama enam tahun lamanya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Koh Atat justru mengaku bahwa berbeda suku bukanlah menjadi halangan bagi kehidupan rumah tangga mereka. Koh Atat dengan ikhlas mengikuti kebiasaan yang dilakukan oleh sang istri. Terbukti pria berusia 60 tahun ini bisa beradaptasi dengan baik selama 32 tahun usia pernikahan mereka.

“Karakter tidak menjadi kendala, semuanya berjalan baik dan tidak ada perbedaan. Dalam hal ini saya yang mengikuti kebiasaan dari istri dan bisa beradaptasi dengan baik. Istri saya mau di bawa hidup susah sejak awal pernikahan dan menjalankan rumah tangga dari nol,” tutupnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini