nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Teh Lis yang Bahagia Menikah Selama 32 Tahun dengan Pria Keturunan Tionghoa

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 05:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 12 196 2054613 kisah-teh-lis-yang-bahagia-menikah-selama-32-tahun-dengan-pria-keturunan-tionghoa-2VjlnzDxZ5.jpg Pria Keturunan Tionghoa Menikahi Pribumi (Foto: Leo/Okezone)

SEBAGIAN orang pasti bingung dalam menentukan siapa jodohnya dikemudian hari. Bahkan ketika sudah menemukan calon pendamping pun, seseorang masih kesulitan untuk menentukan suku maupun ras yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh keluarga.

Banyak yang berkata bahwa pria keturunan Tionghoa akan mencari pasangan yang satu ras dengannya. Begitupun dengan masyarakat asli Indonesia (pribumi) yang akan mencari pasangan dengan sesama pribumi.

Meski demikian, tidak semua orang berpikiran seperti itu. Beberapa di antara mereka justru memilih untuk menikah dengan suku dan ras yang berbeda. Tentunya kehidupan mereka memiliki kisah dan cerita menarik tersendiri di dalamnya.

Seperti kisah yang dialami oleh Lilis Ratna. Ia salah satu wanita yang mematahkan persepsi bahwa seseorang harus menikah dengan suku dan ras yang sama. Ia justru memilih seorang pria keturunan Tionghoa untuk menjadi pasangan hidupnya.

Tentunya menikah dengan pria keturunan Tionghoa ada suka dan duka. Wanita yang kerap disapa Teh Lis ini mengaku bahwa awal menikah, sang suami memiliki karakter yang keras dan pemarah. Sang suami pun kerap berbohong dan jarang pulang ke rumah.

“Karakter negatifnya adalah suka marah, jarang pulang dan banyak bohongnya. Tapi itu dulu, sekarang sih udah nggak. Sekarang justru ia mau bekerja keras, bertanggung jawab, perhatian dan sayang sama anak-anak,” terang The Lis, kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Tentunya Teh Lis sendiri memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya berani untuk menikahi seorang pria Tionghoa. Menurutnya alasannya sangatlah simpel. Teh Lis percaya bahwa pria yang dinikahinya itu adalah orang baik.

Selain itu mereka juga telah mengenal satu sama lain sejak lama, begitu pula dengan keluarganya. Bahkan saat memutuskan untuk menikah, keluarga pun tidak keberatan karena sudah senang dengan sang suami.

“Alasannya suka aja, karena bapak baik. Bapak sudah tahu ibu sejak dari kecil, jadi udah sangat dekat. Bapaknya ibu temannya bapak. Pernikahan juga tidak ada kesulitan, karena sudah pada tahu semua. Malah orangtua sudah senang dengan bapak,” lanjutnya.

Menikah dengan pria keturunan Tionghoa tentu awalnya tidak bisa berjalan dengan mulus seperti yang dibayangkan. Teh Lis juga pernah merasakan sesuatu tantangan dalam kehidupan rumah tangganya. Salah satunya ketika sedang berkumpul dengan keluarga besar. Rasa minder dan tidak nyaman sempat dirasakan oleh Teh Lis.

“Paling kalau kumpul dengan keluarga besar ada rasa sedikit kurang nyaman tapi itu sedikit sekali lama lama sudah biasa. Pandangan hidup gak ada perbedaan. Mengalir saja bagaimana besok. Meski demikian pernikahan saya bahagia. 32 tahun pernikahan bersama sang suami, teteh bahagia,” tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini