nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Kebahagiaan Koh Acan yang Berhasil Satukan Perbedaan dengan sang Istri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 16:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 12 196 2054724 kisah-kebahagiaan-koh-acan-yang-berhasil-satukan-perbedaan-dengan-sang-istri-NOr1oawkDh.jpg Pernikahan Beda Suku (Foto: Pixabay)

KATA siapa menikah berbeda suku, ras, dan agama membuat seseorang hidup tidak bahagia? Tentunya persepsi seperti ini harus disingkirkan jauh-jauh dari kehidupan Anda. Ternyata banyak keluarga di luar sana yang berhasil memperoleh kebahagiaan meski menikah berbeda suku, ras dan agama.

Salah satunya seperti kisah Koh Acan yang hidup bahagia dengan sang istri bernama Ira. Pernikahan mereka berjalan dengan lancar hingga memiliki tiga orang putri saat ini. Meski demikian, dalam perjalannya memperoleh kebahagiaan berumah tangga Koh Acan pun memiliki suka dan duka.

Sebagaimana diketahui, Koh Acan memilih untuk pindah keyakinan demi mengikuti agama sang istri tercinta. Namun, kala itu Koh Acan masih tidak menemukan kendala yang berarti karena pihak keluarga pun membebaskan dirinya untuk menentukan keyakinan sesuai dengan apa yang diinginkan.

“Tidak ada kendala berarti kalau dari segi perbedaan agama, karena orang tua benar-benar membebaskan anaknya untuk menentukan jalannya, termasuk memilih kepercayaan,” tutur Koh Acan kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Namun, kesulitan pun datang menghampiri Koh Acan ketika dirinya sudah menikah dengan sang istri tercinta. Pria asal Bangka ini mengaku kesulitan untuk mempelajari keyakinan baru yang dipilihnya setelah memutuskan untuk menikah dengan sang istri.

“Dukanya, karena belajar agama lain tak semudah itu, dan saya harus melewati lika-liku dimana seharusnya menjadi orang yang paling mengerti sebagai imam. Tapi kenyataannya saya tidak. Sukanya tentu saya mendapatkan istri yang saya cintai dan anak-anak saya,” lanjutnya.

Menikah berbeda suku, agama dan ras ternyata bukanlah kendala terberat yang dialami oleh Koh Acan. Lebih lanjut, ia bercerita bahwa pihak orangtua pun memberi restu kepadanya untuk menikah dengan sang istri. Justru sang ibu sangat menginginkan Koh Acan untuk menikahi istri pilihannya itu.

“Malah ibu saya yang lebih ingin saya menikah dengan istri saya. Mungkin namanya ibu punya feeling kalau dia yakin dia bisa menjaga saya. Setelah menikah kami menyatukan perbedaan dengan saling belajar, saling mengerti, dan tau kapan harus bersikap begini dan begitu,” sambung Koh Acan.

Lebih lanjut Koh Acan mengaku bahwa setiap suku dan ras pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Menurut Koh Acan etnis Tionghoa biasanya lebih disiplin dan memperhitungkan segalanya dengan baik. Sama halnya dengan etnis pribumi juga memiliki sisi positif tersendiri.

“Etnis Tionghoa lebih disiplin saja mungkin dalam segala hal, dan menimbang segalanya dengan perhitungan matang. Sementara etnis pribumi plusnya ya mungkin lebih enjoy, lebih bebas kali ya. Pokoknya lebih enjoy gitu aja,” tutupnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini