nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikah Beda Suku, Apa Tanggapan Generasi Milenial

Minggu 12 Mei 2019 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 12 612 2054705 menikah-beda-suku-apa-tanggapan-generasi-milenial-N6yJoKnUn1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SENIMAN sekaligus budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo, pernah berkata: "Menikah itu nasib, mencintai itu takdir, kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tidak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa".

Ungkapannya soal menikah itu memang menjadi viral di berbagai sosial media. Beberapa orang pun kerap kali menjadikan video tersebut sebagai story di media sosial.

Pernikahan berbeda suku atau budaya di era modern ini sudah merupakan hal yang biasa. Atas nama cinta, banyak dari Generasi milenial menjalankan pernikahan berbeda suku, dan tidak mengikuti aturan adat.

Baca Juga: Air putih dan Teh Manis Kurang Baik Dikonsumsi saat Berbuka Puasa? Alasannya Mengejutkan

https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 12 612 2054692 selain-cantik-ini-9-alasan-bule-menikahi-perempuan-indonesia-SrBa8ieyMB.jpg

Meskipun tidak semua suku serupa, misalnya pada suku Baduy dalam, menurut aturan adatnya baduy dalam tidak boleh menikah dengan orang selain dari sukunya sendiri. Jika hal tersebut dilanggar, maka seseorang tersebut telah memutuskan hubungannya dengan Baduy.

Pernikahan beda suku memang mempunyai tantangan tersendiri. Mulai dari bahasa, prinsip, sampai kebiasaan seseorang terkadang tidaklah sama satu suku dengan suku yang lainnya.

"Selain dari bahasa, menurut gue prinsip, karenakan setiap suku pasti punya prinsip yang beda," ujar salah satu anak milenial, Arfian.

Arfian menilai, pernikahan beda suku justru menjadi hal yang bagus, dari hal tersebut kita bisa menjadi lebih mengetahui bagaimana budya pasangan kita. Begitu pun pasangan kita juga akan mengetahui dan perlahan mempelajari budaya yang ada pada suku kita.

Senada, salah satu anak milenial lainnya Rizki Nugroho menyebut, pernikahan berbeda suku tidak menjadi masalah, karena memang sudah diatur.

Baca Juga: Hukum Menikahi Janda dalam Islam, Benarkah Datangkan Banyak Rezeki?

"Dalam Al Quran kan begitu, jadi adanya kita berbeda buat kita bersama. Mungkin kalau ada aturan zaman dahulu ya, jangan nikah sama (suku) ini dah, tidak bagus, cuma kalau sekarang tidak harus seperti itu," katanya.

Bukan dengan aturan adat ataupun suku, generasi milenial justru mendasari pernikahan dengan cinta dan kasih. Menurutnya, jika sudah cinta dengan seseorang maka akan mengubah seseorang menjadi lebih baik. "Bohong kalau kita menemukan cinta kita justru menjadi malas, membawa kita ke hal yang negative, itu bukan cinta namanya," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini