Garam Jadi Penyebab Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 13 481 2054905 garam-jadi-penyebab-darah-tinggi-mitos-atau-fakta-dY1AgVZdC8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Hasil penelitian juga menemukan, perempuan lebih banyak mengalami sensitivitas pada garam dibanding laki-laki, dengan usia di atas 45 tahun mungkin lebih sensitif terhadap garam.

Mereka yang memiliki obesitas dan punya kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis bisa meningkatkan risiko Anda sensitif terhadap garam.

Menurut American Heart Association, kira-kira lebih dari 50 persen orang hipertensi sensitif terhadap garam. Bahkan, 1 dari 4 orang dengan tekanan darah normal sebetulnya sensitif terhadap garam dan berisiko mengalami hipertensi akibat pola makan zaman sekarang yang tinggi garam.

Meski membatasi asupan garam itu baik, kekurangan garam juga bisa membahayakan. Maka, Anda tidak perlu sampai pantang garam sama sekali karena takut garam menyebabkan hipertensi. Yang sangat dianjurkan untuk mengurangi garam terutama orang yang sensitif terhadap garam.

Cara terbaik untuk mulai membatasi garam yaitu dengan mengurangi konsumsi makanan instan dalam kemasan. Pasalnya, sekitar 77% dari natrium harian biasanya didapatkan dari makanan kemasan (daging beku, bumbu masak yang sudah diproses, dan makanan kalengan).

Mengurangi makanan kemasan juga akan mendorong Anda agar mengonsumsi makanan tinggi vitamin, mineral, serat, dan nutrisi penting lainnya. Apalagi bila dibarengi asupan magnesium dan kalium yang seimbang, Anda tak perlu terlalu memusingkan apakah garam menyebabkan darah tinggi.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini