nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai Kasus Cacar Monyet di Singapura, Bagaimana Penyebarannya?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 11:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 13 481 2054966 ramai-kasus-cacar-monyet-di-singapura-bagaimana-penyebarannya-kc6u4aLbfy.jpg Ilustrasi (Foto: Livestrong)

Untuk pertama kalinya penyakit monkeypox atau cacar monyet teridentifikasi di Singapura. Pasiennya adalah seorang perempuan warga negara Nigeria berusia 38 tahun. Kejadian ini cukup menggemparkan mengingat penyakit tersebut biasanya terjadi di wilayah Afrika.

Setelah melalui proses investigasi, pihak berwenang setempat memberikan penjelasan asal muasal perempuan tersebut terserang cacar monyet. Perempuan yang tidak diketahui namanya itu diduga telah memakan daging yang positif mengandung virus penyakit sebelum ia berada di Singapura. Sekadar informasi, perempuan tersebut baru tiba pada April lalu.

Lantaran kondisinya yang terinfeksi penyakit langka, perempuan tersebut saat ini tengah dirawat di bangsal isolasi National Center for Infectious Diseases (NCID). Berdasarkan laporan, kondisi pasien cukup stabil. Sementara itu, para kerabat yang berada di sekitarnya juga menjalani masa karantina meskipun tidak memiliki gejala cacar monyet.

 Baca Juga: Tangan Tiba-Tiba Bengkak di Pagi Hari, Pernah Ngalamin Gak?

Lantas, apa sebenarnya cacar monyet dan bagaimana cara penyebarannya? Berdasarkan informasi yang Okezone rangkum dari Channel News Asia, Senin (13/5/2019), cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus dan ditularkan ke manusia melalui hewan seperti tikus dan monyet. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tersebut terjadi ketika seseorang melakukan kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi hewan yang terinfeksi virus penyakit.

Selain itu, virus juga dapat menular apabila seseorang memakan daging hewan yang terinfeksi dan belum dimasak dengan matang. Namun, virus tidak mudah menyebar di antara manusia. Saat ini belum ada bukti yang menjelaskan jika virus bisa menular apabila orang lain bersentuhan atau berdekatan dengan pasien yang terinfeksi.

 

Biasanya pasien yang terserang cacar monyet memiliki gejala demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, sakit otot, dan kekurangan energi. Kemudian akan timbul ruam 1-3 hari setelah tubuh demam. Ruam muncul mulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh seperti penyakit cacar air pada umumnya. Gejala biasanya berlangsung 14 hingga 21 hari.

Pada kasus yang parah, virus juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, sepsis, radang otak, dan kehilangan penglihatan karena infeksi mata. Oleh karenanya, pengobatan sangat diperlukan dalam penyakit cacar monyet ini. WHO menyebutkan tingkat kematian terjadi pada kelompok usia muda dengan persentase 1 sampai 10 persen.

(tam)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini