nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota di Jepang Ini Melarang Turis untuk Makan Sambil Jalan

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 14 406 2055726 kota-di-jepang-ini-melarang-turis-untuk-makan-sambil-jalan-GdDv4MP6Gm.jpg Kota di Jepang Ini Melarang Turis Makan Sambil Jalan (Foto: Japantimes)

PEMANDANGAN tak biasa akan Anda rasakan ketika berkunjung ke salah satu kota di Jepang yakni Kamakura. Lokasinya di tepi laut Prefektur Kanagawa yang terkenal akan wisata selancar, dan wisata keagamaan karena terdapat kuil Shinto, kuil Budha, dan Great Buddha of Kamakura.

Kota yang cukup populer di Jepang ini punya peraturan resmi yang meminta turis dan penduduk setempat untuk tidak makan sambil berjalan di sekitar kota. Peraturan ini sendiri disebutkan sudah berlaku sejak 1 April 2019 lalu, sebagaimana dikutip Travelandleaisure, Selasa (14/5/2019).

Namun turis yang berwisata ke kota ini tidak perlu merasa khawatir, sebab disebutkan lebih lanjut para wisatawan yang melanggar peraturan baru ini tidak akan dikenai denda. CNN melaporkan perihal kebijakan ini, para petugas setempat telah menyebarkannya di sekitar kota. Dengan catatan ini bukanlah sebuah peringatan, tetapi hanya salah satu cara untuk mendorong perilaku yang baik.

 

Walaupun masalah sampah tercatat sebagai sebagai salah satu alasan mengapa peraturan baru ini diberlakukan, Japan Times melaporkan bahwa hal ini juga disebabkan karena tumpahan makanan telah menjadi gangguan publik karena dapat menodai pakaian orang. Ini khususnya terjadi di Komachi-dori, area dengan jalan sepanjang 1.200 kaki yang menampung hingga 60.000 pengunjung setiap harinya.

Di luar soal kekacauan, CNN menambahkan bahwa di Jepang, makanan itu dimaksudkan untuk sepenuhnya dinikmati dan dihargai, sesuatu yang banyak orang yakini tidak mungkin dilakukan saat mereka bergerak sembari melakukan sesuatu.

Namun hal ini dibantah oleh Norikazu Takahashi, Presiden asosiasi Komachi Store. Ia menegaskan bahwa itu hanyalah saran yang diikuti pengunjung.

"Kita tidak bisa melarang tindakan makan sambil berjalan, karena ini adalah salah satu cara untuk menikmati tamasya. Kami ingin menjadikan jalan ini tempat di mana wisatawan dan penghuni bisa merasa nyaman,” ujar Norikazu kepada Japan Times.

Untuk peraturan dilarang makan sambil berjalan di Jepang ini sendiri sebetulnya bukan hanya diberlakukan di kota Kamakura. Tetapi juga sudah diberlakukan di Nishiki Market, Kyoto, sekira sejak Oktober lalu.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini