Deteksi Bibir Sumbing Pada Bayi dalam Kandungan, Bisa Kok

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 15 196 2056001 deteksi-bibir-sumbing-pada-bayi-dalam-kandungan-bisa-kok-N6K8QQ6MI1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP orangtua ingin anaknya lahir dengan sehat dan kuat. Tapi, ada beberapa penyakit yang masih cukup banyak di Indonesia. Seperti bibir sumbing atau celah bibir pada bayi di Indonesia, masih terus terjadi.

Diperkirakan dari 700 kelahiran, satu di antaranya memiliki bibir sumbing. Meski penyebab bibir sumbing hingga kini masih misterius, kelainan bawaan lahir ini ternyata bisa dideteksi lebih awal pada masa kehamilan.

Jadi, kapan ibu hamil bisa melakukan deteksi kemungkinan terjadinya bibir sumbing pada janin? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Ibu hamil sangat diwajibkan untuk cek kesehatan secara rutin. Ini dilakukan bukan hanya untuk memantau kesehatan sang ibu, tapi juga perkembangan janin.

Baca Juga: Intip Gaya Busana 5 Artis Nyaleg yang Lolos ke Senayan

Pemeriksaan rutin dapat membantu ibu hamil mengetahui masalah yang mungkin menimpa sang bayi

Pemeriksaan rutin dapat membantu ibu hamil mengetahui masalah yang mungkin menimpa sang bayi di kandungan, salah satunya bibir sumbing.

Kebanyakan orangtua mengetahui kondisi celah bibir setelah bayi dilahirkan. Namun, majunya perkembangan teknologi sekarang ini membantu orangtua dan dokter untuk melakukan deteksi bibir sumbing pada janin lebih dini.

Tes kesehatan yang bisa membantu melakukan deteksi celah bibir saat hamil adalah tes pencitraan berupa USG (ultrasonography) 3 atau 4 dimensi. Tes pencitraan ini bisa dilakukan saat masa kehamilan memasuki usia di atas 6 bulan.

Sayangnya, tes ini hanya bisa mengetahui bayi dengan kondisi celah bibir, tidak dengan celah langit.

Celah langit merupakan kelainan langit-langit mulut. Kelainan bawaan lahir ini biasanya sering terjadi bersamaan dengan bibir sumbing.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Pekan Ini, Gemini dan Scorpio Ketiban Rezeki Nomplok


 Celah langit lebih sulit dideteksi karena pertumbuhannya terjadi di bagian dalam tubuh

Kenapa berbeda? Celah langit lebih sulit dideteksi karena pertumbuhannya terjadi di bagian dalam tubuh sehingga sulit terlihat. Berbeda dengan bibir sumbing yang tampak dari bagian luar tubuh.

Lantas, bagaimana jika hasil USG bayi menunjukkan bibir sumbing? Bibir sumbing bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada bayi dalam kandungan Anda. Setelah melakukan deteksi bibir sumbing pada janin, dan ternyata dokter menyatakan bahwa bayi Anda mengalami kondisi ini, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Letkol. Ckm. dr. Denny Irwansyah, SpBP-RE, dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, menyatakan, “Pada situasi ini, tidak ada tindakan medis yang bisa dilakukan.”

Sulit memang menghadapi kenyataan bahwa sang buah hati harus lahir dengan celah pada rongga mulutnya. Namun, jangan berkecil hati.Jangan biarkan rasa sedih menggerogoti pikiran dan hati Anda, terutama sang ibu.

Merasakan sedih berlarut-larut, tidak hanya membahayakan kondisi kesehatan sang ibu. Namun, juga dapat memperburuk kesehatan dan perkembangan janin. Meskipun sulit, Anda dan keluarga harus bisa menghadapinya.

“Jalan terbaiknya adalah tetap menjaga kesehatan secara menyeluruh. Baik ibu hamil itu sendiri maupun janin,” tambah dr. Denny Irwansyah.

Saat mengetahui kondisi janin ketika usai melakukan deteksi bibir sumbing, mungkin Anda memang tak bisa berbuat banyak untuk mengubah keadaan tersebut.

mungkin Anda memang tak bisa berbuat banyak untuk mengubah keadaan tersebut.

Namun, asupan nutrisi dan menjaga kesehatan ibu hamil adalah kunci utama yang perlu dijaga untuk perawatan bibir sumbing pada janin. Orangtua juga sebaiknya mulai mempersiapkan segala perawatan yang dibutuhkan oleh si kecil nanti, setelah ia dilahirkan.

Bibir sumbing bukanlah kondisi permanen yang tak bisa diperbaiki. Kondisi ini masih sangat mungkin diperbaiki dengan berbagai tindakan medis, seperti labioplasty (penyatuan celah bibir dan lelangit).

Pada kondisi tertentu, mungkin bayi akan memerlukan prosedur medis lanjutan, seperti cangkok tulang, rhinoplasty (perbaikan tulang hidung), operasi perbaikan rahang, dan operasi saluran telinga, namun hal ini membuktikan bahwa bayi dalam kandungan Anda tetap dapat tumbuh dengan sehat.

Untuk membuat rencana perawatan bibir sumbing pada anak, selalu konsultasikan lebih dahulu pada dokter. Dokter akan membantu perawatan apa saja yang diperlukan serta waktu yang tepat untuk menindaklanjutinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini