nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencicipi Lamang Tapai, si Hitam yang Menggoda dari Sumatera Barat

Rus Akbar, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 18:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 15 298 2056147 cicip-lamang-tapai-si-hitam-yang-menggoda-dari-sumatera-barat-Sq17Aqf3W1.jpg Lamang tapai (Foto: Rus Akbar/Okezone)

Lamang tapai (lemang tape) merupakan ciri khas dari Sumatera Barat, biasanya saat Ramadan ini banyak dijual di pasar takjil Pabukoan yang tersebar di Kota Padang.

Salah satunya milik Zulkifili (60) yang membuat takjil di Pasar Pabukoan di Pasar Raya Padang, dia menjual lamang tapai ini bersama dengan istrinya. Sementara dia sendiri tinggal di Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan.

Ia menjual lamang tapai dengan harga yang juga cukup terjangkau, satu porsi berisi empat potong lamang yang sudah diiris ditambah dengan ketan hitam bersama dengan tapai harganya hanya Rp10 ribu saja anda bisa memboyong ke rumah.

 Lamang tapai

Laman tapai ini terdiri dari tiga macam, satu beras ketan putih dimasak dengan mambu, kemudian beras ketan hitam yang sudah direbus dan tape yang terdiri dari ragi yang sudah dipermentasi kemudian dicapur dengan beras ketan hitam.

 Baca Juga: 5 Kue Tradisional yang Jadi Primadona dan Paling Diburu saat Ramadan

Proses pembuatan lamang tapai ini sangat tradisional dan unik. Untuk membuat lamang, Anda memerlukan sebilah ruas bambu muda.

 Lamang tapai

Setelah beras ketan dicuci, beras lalu dimasukkan ke ruas bambu muda yang bagian dalamnya terlebih dahulu dilapisi daun pisang. Kemudian, dituangkan santan ke dalamnya, lalu dibakar. Membakarnya mesti hati-hati agar tidak sampai ruas bambu terbakar.

“Biasanya lamang tapai ini selalu dihidangkan saat resepsi pernikahaan atau pesta adat dan khitanan serta saat bulan puasa. Kalau bulan puasa ini sebagai makan untuk berbuka di rumah,” tutur Zulkifli pada Okezone.

Untuk saat ini dia hanya membeli lamang kepada yang memasaknya, sementara tapai dimasak istrinya. “Kita bisa memasak lamang tapi bahannya yang kurang seperti bambu di sini susah kita dapat, makanya kita beli sama orang yang memasak lamang,” ucapnya.

 Lamang tapai

Ada dua cara mengonsumsi lamang tapai. Pertama, keduanya diaduk menjadi satu seperti makan kolak. Ketan hitam langsung dicampurkan dengan lamang dan diaduk rata. Cara kedua, dengan mencocolkan lamang yang diiris tipis pada ketan hitam.

Okezone sempat mencicipi laman tapai ini. Rasanya enak dan manis, sedikit ada rasa panas ditenggorakan karena tapai, sekali mencoba langsung ketagihan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini