nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral, Kisah Pilu Baby Ryu yang Kena Penyakit Kulit karena Dipegang-pegang

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 14:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 15 612 2056034 viral-kisah-pilu-baby-ryu-yang-kena-penyakit-kulit-karena-dipegang-pegang-axVQgbrwfm.jpg Kisah Viral Baby Ryu di Instagram (Foto: Instagram)

KITA para orang dewasa, terkadang tidak bisa menahan keinginan untuk menyentuh, atau sekedar mengelus pipi bayi atau balita yang lucu nan menggemaskan. Seperti halnya kisah viral baby Ryu berikut ini.

Kisah pilu yang diceritakan oleh sebuah akun @papeeryuzio pada Selasa 14 Mei 2019 dan mendadak viral. Melalui laman Instagram pribadinya, pria dua orang anak tersebut menceritakan pengalaman pedihnya, di mana sang anak mengalami situasi “asal pegang asal sentuh dari para orang dewasa”.

 

View this post on Instagram

Banyak yang minta gue bikin postingan ini di feed. Nih ya. Ini cerita waktu Ryu 6 bulan. Gue galau mau share apa nggak, karna pasti banyak pro dan kontra. Banyak yang nyalahin tissue basah jadi pemicu nya. Nggak kok, bukan pake yang gambar pantat. Pake softmate dibasahin pake air mateng. Gue dan istri urus Ryu 24 jam, kita tau kok perubahan nya. Gue yakin ini "Jeritan Hati Wanita" buat yang udah jadi emak. Yang masih single dan ga setuju, please tutup bacot lu, dan buka nanti pas udah keluar itu si owek2. Kalo bukan orang tua, yang berhak dan wajib lindungi bayinya, siapa lagi? Ada yang bisa jawab? Banyak yang tanya kenapa baru di post sekarang? Ya, siapa sih yang suka muka anaknya lagi begitu di sebar2 juga waktu dulu. Ke mol aja orang2 pada liatin terus. Gak enak sih beneran. Kita pun masih berjuang maintain mood sendiri. Sekarang bocah udah agak gede, mood udah membaik, baru bisa share beginian. #DeritaAnakLucu

A post shared by PapeeRyuZio (@papeeryuzio) on

Kisah berawal dari ketika sang anak, Ryu baru berusia 6 bulan kala itu (sekitar tahun 2017) ia dan sang istri membawa serta sang anak menghadiri sebuah pesta pernikahan. Setiba di lokasi pesta, karena tampilan baby Ryu yang begitu tampan dan menggemaskan, para tamu undangan lainnya yang melihat Ryu pun disebutkan sang ayah ‘menggila’. Tua, muda, semua gemas melihat tampilan pipi gembul baby Ryu. Sehingga semua orang yang melihat, langsung menoel, mengelus, hingga mencium pipi Ryu dengan menggunakan tangan yang tentunya tidak bisa dijamin kebersihannya.

Melihat hal ini, sebagai orangtua Papeeryuzio dan sang istri langsung membersihkan pipi dan tangan Ryu. Walau Papeeryuzio mengaku sewaktu kejadian berlangsung, ia sebagai orangtua hanya bisa terdiam melihat sang anak diperlakukan seperti itu oleh orang banyak meski dalam hatinya ia sangat keberatan sang anak dipegang dan diciumi banyak orang, karena berpikir tidak mungkin menegur para kerabat khususnya yang sudah jauh lebih tua untuk tidak memegang Ryu.

 

Kemudian musibah pun terjadi, pada malam harinya Ryu disebutkan gelisah dan terus menangis karena merasa gatal dan ada kemerahan di bagian pipi. Sudah diberi lotion pun keadaan Ryu tidak membaik, dan beberapa hari kemudian ruam-ruam kemerahan di pipi Ryu pun semakin parah, semakin gatal, semakin merah, luka, dan bahkan berair serta berdarah.

Ryu pun dibawa langsung ke sebuah rumah sakit di kawasan Pantai Indah Kapuk, diperiksa oleh dokter spesialis kulit. Sang dokter pun mengungkapkan bahwa yang dialami Ryu ini, adalah karena Ryu mengalami Dermatitis Atopic atau biasa disebut Ezcema.

Sedihnya, Dermatitis Atopic yang dialami Ryu disebutkan sudah parah, dan tidak bisa disembuhkan hanya bisa diminimalisir dengan menghindari penyebabnya. Di mana artinya baby Ryu tidak boleh terkena kotor, panas, tidak boleh berkeringat, dan pastinya tidak boleh disentuh-sentuh oleh tangan orang karena ada jutaan bakteri di dalamnya.

Akhirnya setelah beberapa minggu diberi krim obat oleh dokter, keadaan Ryu pun berangsur-angsur membaik. Namun setelah kontrol dokter yang kedua, Papeeryuzio dan sang istri memutuskan untuk merawat Ryu sendiri, sebersih mungkin karena kala itu kondisi keuangan keduanya yang tidak memungkinkan untuk kembali ke dokter, mengingat biaya perawatan di rumah sakit tersebut disebutkan Papeeryuzio tidaklah murah.

Mengalami kejadian naas ini, Papeeryuzio mengaku sejak saat itu ia menjadi orangtua dengan pribadi yang skeptis, sensitif, dan bisa meledak emosinya jika melihat sang anak tercinta sembarangan dipegang-pegang oleh tangan orang lain.

Terakhir, dalam unggahannya Papeeryuzio berpesan, belajar dari pengalaman ini ia sebagai orangtua menghimbau kepada masyarakat untuk bisa menahan diri untuk tidak menyentuh dan memegang sembarangan anak orang lain selucu apapun tampilan anak tersebut, tidak dengan tangan dan tidak juga mencium sembarangan. Sebab pada dasarnya kita sendiri tidak mengetahui seberapa kotor tangan kita, dan ada penyakit apa yang terdapat di dalam tubuh kita sendiri.

Papeeryuzio menegaskan, jika memang gemas dan sayang terhadap anak tersebut, sejatinya kita cukup memuji dan mendoakan anak tersebut. Bukan sibuk menyentuh, membelai, mencubit dan mencium pipi anak tersebut, yang notabene bukanlah anak kita sendiri.

Semoga kisah viral ini bisa menjadi pembelajaran dan peringatan bagi kita semua agar lebih bisa menahan diri dan berhati-hati.

(dno)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini