nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Cacar Monyet, Pakar IPB: Jangan Khawatir Berlebihan

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 19:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 16 481 2056630 heboh-cacar-monyet-pakar-ipb-jangan-khawatir-berlebihan-D82Z60zd1L.jpg Ilustrasi (Foto: Verywell)

Monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit yang disebabkan virus monkeypox. Virus ini masuk genus Orthopoxvirus, famili Orthopoxviridae. Penyakit ini seperti smallpox pada manusia yang disebabkan variola yang berkerabat dekat dengan monkeypox, tetapi bersumber pada hewan.

"Hewan yang peka terhadap monkeypox atau cacar monyet di antaranya monyet, kera, rodensia, dan mamalia kecil. Sumber virus di hewan bisa berasal dari lesio kulit, urin, feses, eksudat dari mulut, hidung, dan konjungtiva, serta semua jaringan hewan terinfeksi," kata Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor (FKH IPB), Srihadi Agungpriyono, dalam keterangannya, Kamis (16/5/2019).

Srihadi menjelaskan, penularan dapat terjadi dari hewan ke hewan melalui kontak langsung dengan sumber virus misalnya gigitan, cakar, dan endusan. Penularan juga dapat terjadi melalui aerosol atau kontak dekat.

 Menggaruk tangan

Sementara, penularan dari hewan ke manusia bisa melalui kontak langsung dengan kulit, darah, dan cairan hewan terinfeksi, gigitan dan cakaran, melalui aerosol saat kontak dekat dengan hewan terinfeksi, serta konsumsi daging hewan liar yang dikenal 'bush meat'. Kasus itu terjadi pada manusia di Afrika.

"Penyakit monkeypox ini belum pernah dilaporkan sebelumnya di Indonesia baik pada hewan maupun manusia, sehingga penyakit ini istilah kesehatan hewan dikategorikan eksotik," papar Srihadi.

Meski demikian, ia berharap dari aspek kesehatan hewan, maka otoritas veteriner perlu membuat kebijakan tentang tindakan-tindakan preventif terkait masuknya hewan-hewan, terutama rodensia dan 'exotic pet' dari negara endemik monkeypox.

"Ini penyakit zoonotik, maka perlu ada koordinasi antara bidang kesehatan, kesehatan hewan, satwa liar, dan instansi terkait, untuk membuat langkah-langkah tindakan preventif termasuk kesiapsiagaan darurat atau emergency preparedness terkait masuknya virus Monkeypox," ungkapnya.

Selain itu, tambah Srihadi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) terhadap masyarakat harus segera disusun dalam rangka meredam keresahan dan kekhawatiran masyarakat tentang penyakit ini.

"Kami para pakar FKH IPB sepakat masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap cacar monyet dan tetap memperhatikan himbauan dan saran yang disampaikan oleh pemerintah melalui instansi terkait," tandasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini