nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buta, Ini Rahasia Edwin Mampu Membalas WA Super Kilat

Aris Wardani, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 14:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 16 612 2056506 buta-ini-rahasia-edwin-mampu-membalas-wa-super-kilat-HuKXKbJBfi.jpg Edwin, meski buta bisa mengoperasikan ponsel

PERKEMBANGAN teknologi menjadikan hal-hal yang dulu sulit atau bahkan mustahil dilakukan kini dapat dikerjakan begitu mudah. Seperti yang dialami Edwin Khoo, lelaki berusia 43 tahun yang buta sejak kecil.

Teknologi menjadikan dia mampu membalas pesan singkat atau WhatApps (WA) super kilat meski tak memiliki indra penghilatan alias buta. Sejak muda, Edwin Khoo telah mengasah indera pendengarannya, mempelajari braille serta penggunaan teknologi text-to-speech.

"Ketika saya berkorespondensi dengan teman-teman, kadang-kadang mereka bertanya kepada saya, 'Edwin mengapa Anda mengetik begitu cepat?'" Kata Edwin Khoo.

"Itu karena input braille di telepon. Kadang-kadang saya dapat membalas lebih cepat daripada orang yang melihat.”

"10 tahun lalu, siapa sangka orang buta dapat menggunakan telepon tanpa tombol fisik? Tetapi layar sentuh ini meniru keyboard braille dan menerjemahkan input saya menjadi kata-kata yang dapat Anda baca," Edwin berbagi.

Edwin membalas pesan WA super kilat

Ponsel ini juga membacakan emoji dan teks dalam bahasa lain. Dengan cara ini, Edwin dapat tetap terhubung melalui platform media sosial seperti Facebook, membacakan berita dan berbagai komentar.

Sebelum ada teknologi semacam itu, Edwin dan para tunanetra lainnya harus membayar biaya tambahan untuk perangkat lunak melalui pihak ketiga, yang memungkinkan keluarkan suara pada telepon seluler model lama. "Inklusivitas sejati adalah ketika saya bisa menggunakan telepon sama seperti orang lain, tanpa membayar ekstra."

Global Positioning System (GPS) dan aplikasi mobile transportasi lainnya sangat membantu Edwin menunjukkan keberadaannya dengan tepat, juga memungkinkannya untuk bepergian dengan percaya diri, tidak hanya di Singapura, tetapi juga ke negara lain seperti Hong Kong.

"Itu adalah lingkungan yang tidak dikenal, tetapi saya bisa dengan percaya diri turun di halte yang tepat. Itu memberi saya rasa kebebasan," kata Edwin tentang perjalanannya ke kota yang ramai.

Pembayaran tanpa uang tunai juga meningkatkan kehidupan sehari-hari bagi Edwin dan orang-orang tunanetra lainnya.

"Dulu aku harus meraba-raba catatan, tapi sekarang dengan pembayaran seluler aku hanya menggunakan ponsel atau kartu kredit, menerima pesan teks dari bank setelah setiap transaksi, untuk memverifikasi jumlah yang dibayarkan,” lanjutnya

Saat ini, ada juga ATM yang dilengkapi dengan jack headphone dan isyarat audio untuk tuna netra memudahkan melakukan transaksi.

Indera pendengaran Edwin yang meningkat juga telah berkembang terhadap produksi musik dan audio. Meskipun benar-benar buta, Edwin dapat mengedit trek audio di komputer dan menggunakan mixer audio. Bahkan, ia telah memproduksi dan menyiarkan drama radio internetnya sendiri, sebagai bagian dari stasiun radio yang dimulai oleh asosiasi kebutaan di AS. Tetapi masih ada satu hal lagi yang Edwin harapkan yaitu "Saya ingin suatu hari nanti bisa mengendarai mobil sendiri, dengan teknologi saat ini segala sesuatu mungkin terjadi," tutup Edwin.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini