nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Milenial Dinilai Lebih Menghargai Seni Budaya Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 17 406 2057113 generasi-milenial-dinilai-lebih-menghargai-seni-budaya-indonesia-oHaeER2pTP.jpg Para pengunjung di Museum Macan (Foto: Leo/Okezone)

Pemerintah telah menargetkan pada 2030 mendatang, devisa negara akan ditopang oleh industri ekonomi kreatif. Menurut penuturan Enrico Tanuwidjaja selaku Economic Research Head UOB Indonesia, saat ini generasi milenial memainkan peran penting dalam pengembangan seni dan budaya Indonesia.

"Sebagai ekonom saya melihat ada fenomena yang disebut 'The Raising of Milennial' artinya, sekarang banyak anak-anak milenial yang lebih mengapresiasi karya-karya para seniman," tutur Enrico Tanuwidjaja, dalam konferensi pers Kompetisi UOB Painting of The Year 2019.

Hal ini tidak terlepas dari perilaku milenial yang erat kaitannya 3S (sans, see, dan skin). Milenial dianggap lebih senang mengeksplorasi diri dengan mengunjungi tempat-tempat baru, melihat keunikan budaya tertentu, dan mulai memperhatikan perawatan tubuh terutama untuk urusan kulit.

 Kelompok perempuan di museum

"Sekarang tren membeli barang-barang bermerek atau melalukan trading komersial di mall itu cenderung menurun. Justru tren konsumsi experiences atau mendapat pengalaman baru cenderung meningkat," tegas Enrico.

Dari perilaku dan kebiasaan inilah, banyak milenial yang sadar dan mulai mengapresiasi berbagai bentuk karya seni dari para seniman. Contoh lainnya, kini pameran-pameran seni seperti art fair maupun art gallery mulai dipadati para milenial.

Ya, meski kehadiran mereka sendiri masih didorong dari keinginan untuk berburu-buru foto instagramable, namun lambat laun kebiasaan ini tentu akan mengubah pola pikir mereka untuk ikut mendalami seni itu sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) Joshua Simanjuntak, turut berbagi pengetahuan tentang kontribusi industri seni terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia tidak memungkiri bahwa saat ini pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas seniman-seniman lokal, terutama dalam menyediakan fasilitas bagi para seniman.

"Kami memang sudah dapat arahan, dan ada rencana untuk menggencarkan pendidikan vokasi, pemberian sertifikasi, dan masih banyak lagi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas seni dan budaya Indonesia," tukasnya.

Dengan demikian, generasi milenial memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati seni dan budaya lokal.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini