nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Cara Mudah Buat Badan Anda Terkena Jamur, Jangan Dicoba Ya!

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 13:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 17 481 2056897 4-cara-mudah-buat-badan-anda-terkena-jamur-jangan-dicoba-ya-5cuBs1xREQ.jpg Ilustrasi kulit. (Foto: Stylecraze)

SIAPA dari kamu yang memelihara jamur di badan? Pastinya jika ada jamur di tubuh, maka kulit Anda terasa gatal. Memang, banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya mengoleksi jamur akibat ulahnya sendiri, lantaran tidak menjaga kebersihan tubuhnya.

Memangnya, apa saja, sih, penyebab kulit gatal karena jamur itu? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Infeksi jamur bukan cuma bikin kulit jadi gatal, tapi seringnya juga menimbulkan ruam, meradang, dan kering. Kondisi ini tentunya membuat Anda jadi tidak nyaman, mengganggu aktivitas, dan kurang percaya diri.

Sebelum menentukan perawatannya, Anda harus tahu dulu penyebab kulit gatal karena jamur yang Anda alami. Coba ingat-ingat lagi, apakah Anda sering melakukan salah satu aktivitas berikut ini?

Baca Juga: Potret VJ Laissti yang Bikin Baper Usai Nyuapin Ariel NOAH, Geulis Pisan!

1. Jarang mandi


kenyataannya banyak yang justru melewatkan mandi karena merasa tubuh masih cukup bersih.

Tidak mandi karena alasan lelah sepulang berkegiatan sudah pasti tidak sehat. Namun, kenyataannya banyak yang justru melewatkan mandi karena merasa tubuh masih cukup bersih.

Misalnya karena Anda seharian tidak melakukan aktivitas berat sama sekali dan tidak berkeringat sehingga tidak perlu mandi. Padahal, tanpa Anda sadari sebenarnya kuman tetap menempel di kulit tubuh!

Mandi sambil eksfoliasi (dengan sikat, shower puff, atau spons) sangat penting untuk membilas sel-sel kulit mati di permukaan kulit. Sel-sel kulit mati tersebut justru akan terus menumpuk kalau Anda jarang mandi.

Padahal, sel-sel kulit mati adalah makanan favorit bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh dan berkembang biak. Akibatnya, kulit akan terasa gatal, iritasi, dan meradang karena jamuran.

Baca Juga: Menangis dari Jam 7 Sampai 10 Malam Bantu Turunkan Berat Badan


2. Malas ganti pakaian saat berkeringat


Alhasil, baju Anda yang semula kering langsung lembap dan basah.

Cuaca yang panas dan terik akan mudah membuat tubuh Anda berkeringat. Alhasil, baju Anda yang semula kering langsung lembap dan basah. Kalau sudah begitu, sebaiknya segeralah ganti baju yang lebih kering.

Tak hanya akan menimbulkan bau badan, terus-terusan memakai baju yang penuh keringat dapat membuat kulit Anda jadi gatal dan berjamur, lho! Hal ini juga berlaku untuk celana hingga kaos kaki yang harus rutin diganti setiap hari.

Lagi-lagi, kondisi kulit yang lembap adalah tempat favorit bagi jamur untuk berkembang biak. Untuk mengatasinya, pilihlah pakaian yang bahannya sejuk, berpori, dan menyerap keringat seperti katun. Yang paling penting, segera ganti baju begitu tubuh Anda terasa lembap, gatal, dan berkeringat.

3. Sering pakai baju atau celana ketat


Berhati-hatilah, hal ini bisa memicu pertumbuhan jamur dan akhirnya jadi penyebab kulit gatal.

Banyak orang yang merasa lebih percaya diri saat memakai baju atau celana ketat karena mampu memperlihatkan lekuk tubuh dan terkadang membuat pemakainya terlihat lebih langsing. Akan tetapi berhati-hatilah, hal ini bisa memicu pertumbuhan jamur dan akhirnya jadi penyebab kulit gatal.

Ketika Anda memakai baju atau celana yang ketat, kulit akan sulit bernapas karena kekurangan oksigen. Terlebih lagi, lipatan-lipatan kulit Anda akan menyimpan banyak keringat dan sulit menguap karena terhalang oleh baju Anda yang ketat.

Bila terus dilakukan, timbunan keringat inilah yang lambat laun memicu pertumbuhan jamur dan menginfeksi kulit. Maka tak heran jika kulit Anda langsung gatal, meradang, dan infeksi setelahnya.

4. Telanjang kaki di lantai yang basah
berjalan tanpa alas kaki alias nyeker adalah salah satu cara bagi mikroba untuk masuk dan menginfeksi kulit.

Kebiasaan ini biasanya paling sering dilakukan saat Anda baru saja selesai berenang dan ingin segera berbilas. Karena kepalang tanggung, Anda rela tidak memakai sandal alias nyeker ke dalam kamar bilas meskipun lantainya becek alias tergenang air.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, berjalan tanpa alas kaki alias nyeker adalah salah satu cara bagi mikroba untuk masuk dan menginfeksi kulit.

Tanpa disadari, air yang tergenang di kamar mandi telah terkontaminasi oleh keringat, rambut, dan urine dari pengguna lain. Nah, hal-hal inilah yang dapat memicu perkembangbiakan bakteri dan jamur yang menginfeksi kulit Anda, khususnya di bagian kaki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini