nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Umur Berapa Anak-Anak Boleh Pakai Lensa Kontak?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 10:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 611 2056829 umur-berapa-anak-anak-boleh-pakai-lensa-kontak-vLalYsmr0Q.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASALAH refraksi mata, seperti rabun dekat atau rabun jauh bisa terjadi pada anak-anak. Kondisi ini membuat anak kesulitan untuk melihat dengan baik. Biasanya, dokter pun akan merekomendasikan anak memakai kacamata, tapi lensa kontak boleh gak ya?

Penggunaan kacamata pada anak bisa dimulai saat usia anak mencapai 6 tahun. Ini jelas berbeda dengan penggunaan lensa kontak yang cenderung lebih sulit. Sebenarnya, kapan anak boleh menggunakan lensa kontak?

Menurut American Optometric Association (AOA), usia yang tepat untuk anak pakai kacamata dan lensa kontak itu berbeda.

AOA merekomendasikan bahwa mengenalkan lensa kontak pada anak dapat mulai dilakukan pada usia 10 hingga 12 tahun. Barulah penggunaannya dapat dilakukan pada rentang usia 13 hingga 14 tahun.

Baca Juga: Pesona Pilot Cantik Sarah Widy, Meski Berhijab Tetap Keran Loh
Lensa kontak pada anak dapat mulai dilakukan pada usia 10 hingga 12 tahun

Perbedaan usia pemakaian kacamata dan lensa mata ini, dipengaruhi oleh cara pemakaian dan perawatan kedua alat tersebut.

Menggunakan kacamata terbilang lebih mudah ketimbang lensa kontak. Pasalnya, kacamata hanya perlu dipasang dengan dikaitkan di antara daun telinga. Sementara, lensa kontak perlu diletakkan tepat di atas permukaan mata. Ini membutuhkan usaha anak yang ekstra untuk menempatkannya ke mata.

Di samping itu, perawatan lensa kontak juga jauh lebih sulit karena harus selalu steril agar terbebas dari bakteri dan kotoran. Para ahli sepakat bahwa di atas 12 tahun adalah usia yang tepat untuk anak pakai lensa kontak. Selain cara menggunakan lensa mata yang cukup sulit, para ahli juga melihat kesiapan anak.

Mereka berpendapat bahwa anak di bawah usia 12 tahun belum benar-benar bisa bertanggung jawab, meskipun mereka sudah lebih tangkas dalam melakukan sesuatu.

Baca Juga: Bicara Soal Seks, Orang yang Lahir Bulan Juni Paling Nakal Lho!
Anak di bawah usia 12 tahun belum benar-benar bisa bertanggung jawab

Kesiapan anak untuk pakai lensa kontak dapat dilihat dari perilakunya sehari-hari. Terutama dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitarnya, misalnya paham jika kebersihan diri itu penting sehingga rajin menggosok gigi, membersihkan rambut, dan mencuci tangan dengan sabun.

Selain itu, sikap mereka dalam melaksanakan sesuatu dengan baik, seperti menjaga kerapian dan kebersihan kamar atau mengerjakan pekerjaan rumah, juga bisa menjadi acuan.

Dua hal tersebut bisa menjadi tolok ukur kesiapan anak yang akan pakai lensa kontak. Namun, jangan lupa konsultasi lebih dahulu pada dokter mata mengenai hal ini.

Kemudahan bergerak secara aktif, adalah satu alasan kenapa orangtua memilih lensa mata ketimbang kacamata. Berbagai aktivitas anak, seperti berlari, bermain, aktif olahraga tentu akan jadi terbatas ketika menggunakan kacamata.

Kacamata akan lebih mudah terlepas, jatuh, dan rusak. Kondisi ini juga membuat anak jadi sulit bergerak dengan bebas karena ia harus beberapa kali membetulkan posisi kacamata.

Dilansir dari laman Todays Parent, Christine Misener, seorang optometris menuturkan pendapatnya mengenai hal ini. Menurutnya, lensa mata menjadi pilihan tepat untuk anak dengan masalah penglihatan yang jauh lebih buruk di satu sisi mata.

lensa mata menjadi pilihan tepat untuk anak dengan masalah penglihatan yang jauh lebih buruk di satu sisi mata.

Meski begitu, tidak semua anak cocok untuk pakai lensa mata. Contohnya, anak dengan kelainan bentuk mata atau anak dengan astigmatisme (mata silindris).

Anak dengan kondisi ini biasanya akan sulit menemukan lensa kontak yang tepat. Sebelum memutuskan untuk menggunakan lensa kontak, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu untuk mengetahui cara yang tepat anak Anda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini