nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Christin Natalia yang Sukses Program Bayi Tabung di Penang Malaysia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 10:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 19 196 2057513 kisah-christin-natalia-yang-sukses-program-bayi-tabung-di-penang-malaysia-qEjLpbqfmX.jpg Kisah Christin Natalia yang sukses jalani program bayi tabung (Foto : Istimewa)

Namun, mengingat Christin sempat menjalani sejumlah tindakan di Indonesia, pihak dokter menyarankan untuk menjalani proses pengobatan terlebih dahulu secara bertahap.

"Ternyata tindakan di Jakarta itu membuat rahimku infeksi. Aku juga didiagnosis mengidap polip dan endometriosis. Jadi waktu check up pertama, rahimku harus dinormalkan terlebih dahulu sebelum memulai program," kata Christin.

Pihak dokter sempat melakukan operasi kecil untuk mengikis dinding rahim Christin agar kembali normal. Dia dan suaminya juga diminta meminum sejumlah obat dan vitamin untuk meningkatkan kesuburan.

Proses pemulihan memakan waktu selama kurang lebih tiga bulan. Setelah itu, Christin kembali ke Penang untuk memulai program bayi tabung pada Maret 2016.

Program bayi tabung

Rasa cemas dan khawatir mulai dirasakan Christin ketika memulai program bayi tabung. Bukan tanpa sebab, program ini memang terbilang rumit dan memerlukan waktu yang cukup panjang.

Pada tahap pertama, Christin harus mengikuti serangkaian treatment, termasuk menerima 14 kali suntikan untuk memperbesar sel telur agar tidak pecah di dalam rahim. Di hari ke-12, dokter akan melakukan USG untuk melihat ketebalan rahim, dan kualitas sel telur.

Christin Natalia Pengobatan sebelum bayi tabung

Jika sudah memenuhi syarat, dua hari berikutnya akan langsung dilakukan OPU (Ovum Pick Up). OPU merupakan proses penyedotan sel telur menggunakan selang, kemudian sel tersebut akan dimasukkan ke dalam tabung dan dicampurkan dengan sperma yang telah disterilkan.

Diakui Christin, kala itu ia memiliki 18 sel telur yang siap dibuahi. Namun, hanya 8 buah yang dinilai memiliki kualitas terbaik dan memenuhi syarat. Setelah itu, barulah dilakukan transfer embrio.

Di Malaysia sendiri, telah ditetapkan bahwa embrio yang dapat dimasukkan ke dalam rahim maksimal hanya 3 buah. Berbeda dengan Indonesia yang jumlahnya lebih banyak. Tak heran bila beberapa waktu lalu, beredar kabar seorang wanita melahirkan bayi kembar 5 di Surabaya.

"Tapi entah kenapa yang ditransfer ke rahim saya cuman 2 embrio. Proses ini rasa sakitnya sungguh luar biasa, karena pasien tidak boleh di bius sama sekali. Kalau digambarkan, mirip seperti proses melahirkan, ada alat yang dimasukkan ke dalam rahim," papar Christin.

Setelah transfer embrio dilakukan, Christin harus menunggu selama dua minggu untuk melihat apakah embrio menempel di rahim atau tidak.

Berkat izin Tuhan, salah satu embrio berhasil menempel di sisi kiri rahimnya. Namun, perjuangan Christin belum selesai. Dia mengaku sempat mengalami pendarahan hebat.

"Itu karena embrio yang satu lagi tidak menempel, dan kondisi rahim saya yang lemah. Jadi dokter memberi dua pilihan, mau langsung balik ke Indonesia, atau nunggu 2 minggu lagi sampai ada detak jantung. Kami memilih tinggal," beber Christin.

"Puji Tuhan, setelah dilakukan cek darah dan USG, ada detak jantung di rahim saya. Barulah saya dan suami memutuskan kembali dan melanjutkan program di Indonesia," imbuhnya.

Kepada Okezone, Christin mengatakan program bayi tabung tersebut memakan waktu selama kurang lebih 1 bulan, dengan biaya mencapai Rp50 juta. Biaya ini tidak termasuk konsultasi dokter dan kehidupan mereka di Penang.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini