nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cristiano Ronaldo Sumbangkan Rp21 Miliar Bantu Masyarakat Palestina

Willi Zera Kertangi, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 19 196 2057576 cristiano-ronaldo-sumbangkan-rp21-miliar-bantu-masyarakat-palestina-1CB1zULwZl.jpg Ronaldo sumbang Rp21 miliar bantuan untuk masyarakat Palestina (Foto : Aboutislam)

Superstar asal Portugal, Cristiano Ronaldo telah menyumbangkan 1,5 juta dolar atau senilai Rp21,7 Miliar kepada Palestina yang tengah menjalani puasa Ramadan. Sumbangan oleh striker Juventus ini dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina, terutama mereka yang tersiksa oleh blokade Israel dan penyerangan di jalur Gaza.

Ini bukan pertama kalinya bagi Cristiano Ronaldo untuk mendukung perjuangan Palestina, karena selama serangan Israel di Gaza pada 2012, ia melelang Sepatu Emasnya untuk mengumpulkan dana yang kemudian disumbangkan ke anak-anak Palestina.

Ahmad Daubasha, seorang bocah lelaki berusia 5 tahun yang merupakan satu-satunya yang selamat dari sebuah keluarga Palestina yang diserang oleh zionis Israel, diterima oleh Ronaldo pada tahun 2016 di pusat pelatihan Real Madrid di mana ia memotret dirinya dengan bocah itu dan memberinya sebuah kemeja yang didedikasikan khusus untuk dia.

ronaldo sumbangkan 21 miliar untuk palestina

Pada 2016, Ronaldo memberi anak-anak Suriah pesan harapan, dan memberi tahu mereka bahwa mereka adalah pahlawan sejati di tahun keenam peperangan. Pada 2018, ia meminta dunia untuk membantu anak-anak Rohingya yang tinggal di tenda-tenda pengungsi setelah melarikan diri dari kematian di tangan pasukan Burma akhir tahun lalu.

Christiano Ronaldo bukan satu-satunya superstar internasional yang mendukung tujuan kemanusiaan. Pada 2016, bintang Argentina dan FC Barcelona Lionel Messi mengunakan Facebook untuk meningkatkan kesadaran tentang penderitaan anak-anak Suriah. Gelandang Manchester United Paul Pogba mendedikasikan golnya melawan Newcastle pada November 2017 untuk imigran yang dijual sebagai budak di Libya, menarik perhatian dunia pada kondisi semakin buruk di Afrika.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini